Nyata! Hartapun Bisa Terkena ‘Ain - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Nyata! Hartapun Bisa Terkena ‘Ain

Nyata! Hartapun Bisa Terkena ‘Ain

 Oleh: Yani Fahriansyah

 

Hartapun Bisa Terkena ‘Ain? 

Sebuah device yang kami pesan beberapa hari yang lalu tiba tadi siang. Alhamdullilah semoga Allah memberikan manfaat kepada kami dengan perantara barang tersebut. Hingga maghrib tadi, saat akan kami charge, walaupun alat charging telah dihubungkan ke device, tidak ada tanda-tanda charge masuk/aktif. Berulang-ulang dicoba hingga kembali membongkar pasang charge. Berkali-kali itu kami lakukan, bahkan dengan pindah colokan, charge masih belum berfungsi. Tidak ada perubahan tanda ikon baterai yang menandakan charging masuk.

Apakah charge rusak secepat ini? Pikir saya. Bahkan sempat terpikirkan menghubungi admin toko tempat order barang.

Bismillah, saya memilih untuk meruqyahnya dengan membaca al-Fatihah sebab seingat saya semenjak tadi benar-benar terlupa untuk tabrik/mendoakan keberkahan atas apa yang dilihat. Usai membaca al-Fatihah sekali saja, kami meniupkan device hingga alat charge-nya. Masyaallah, charge-nya berfungsi ditandai dengan terlihatnya tanda petir di ikon baterai. Allahuakbar, baterai masih bertambah hingga saat catatan ini kami buat.

Syaikh Ibnu Jibrin ditanya terkait tentang orang yang menimpakan ain (dengan tak sengaja) pada sebuah mobil hingga dia berwudhu dan menyiramkan air bekas wudhu ke radiator mobil tersebut. Beliau menjawab:

لا بأس بذلك، فإن العين كما تصيب الحيوان فقد تصيب المصانع، والدور، والأشجار، 

والصنيعات، والسيارات، والوحوش، ونحوها، وعلاجالإصابة أن يتوضأ العائن أو يغت

سل ويصب ماء وضوئه أو غسله أو غسل أحد أعضائه على الدابة، ومثلها على السيارة ونحوها، 

ووضعه فيالردياتير مفيد -بإذن الله- فهذا علاج مثل هذه الإصابة

 “Hal tersebut tidaklah mengapa sebab ain, sebagaimana menimpa hewan, juga menimpa pabrik, rumah-rumah, pohon, barang-barang, mobil, binatang buas, dan semacam. Obat gangguan ini adalah orang yang menimpakan ain berwudhu atau mandi lalu menuangkan bekas wudhu, bekas air mandinya, atau bekas air dari anggota badannya -disiramkan- ke kendaraannya atau semacamnya termasuk -dalam hal ini- radiator mobilnya. Itulah terapi gangguan tersebut."

Syaikh Shalih al-Munajjid ditanya: “Bolehkah membaca Alquran pada hewan atau benda disebabkan ain?”

Beliau menjawab: “Tidak masalah membaca al-Quran dengan niat penjagaan dari ain atau hasad.”

Beliau pun mengemukakan empat alasan:

1.       Adanya nash/dalil terkait istisyfa’/mengharapkan kesembuhan/obat, penjagaan/perlindungan dengan al-Quran dari ain dan hasad. Dalil-dalil tersebut bersifat umum dan tidak membedakan apakah itu terkait manusia atau yang lain. Mengaplikasikan dalil umum adalah hujjah syar’i yang bersifat menyeluruh. Di antara dalil itu adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

“Jika salah seorang di antara kalian melihat sesuatu yang menakjubkan pada saudaranya, dirinya sendiri atau pada hartanya sendiri maka hendaknya dia mendoakannya keberkahan sebab ain itu benar adanya.” HR Ahmad disahihkan oleh al-Albani.

2.       Adanya nash khusus terkait ain.

3.       Adanya efek-efek dan pengaruh tertentu pada hewan dan benda-benda sebagaimana tertera dalam Alquran dan ini adalah hal yang masyhur/dikenal luas.

4.       Kata beliau: “Kami tidak mendapati para ulama yang memberikan pernyataan larangan akan hal tersebut bahkan kami dapati mereka para ulama menegaskan kebolehannya.”

Kesimpulan:

1.       Ketika membeli/mendapatkan sesuatu berupa barang atau apa saja, hendaklah mengagungkan Allah dengan ucapan masyaallah atau tabarakalahu, atau hal senada.

2.       Melakukan tabrik, yaitu mendoakan keberkahan bagi benda/barang/hewan, dan lain-lain, sembari meminta Allah agar memberikan kebaikan yang ada pada benda tersebut sekaligus memohon perlindungan dari keburukan yang terkandung dalam benda tersebut.

Ingat ini tabrik yaitu mendoakan benda/barang atau siapa saja dan ini berbeda dengan ungkapan masyaallah yang merupakan pengagungan terhadap Allah. Ucapan masyaallah tak cukup menjaga diri/benda dari ain.

3.       Boleh meruqyah benda/barang dasn sebagainya yang disinyalir terkena ain. Namun jika memang setelah rukyah barang tersebut masih tidak berfungsi maka besar kemungkinan benda/barang tersebut murni mengalami kerusakan tanpa efek ain, tinggal diserahkan kepada orang yang ahli dalam urusan benda/barang tersebut; atau bahkan efek ain tetap ada namun tidak bisa lagi diperbaiki.

 

Wallahu a'lam.

Fb: Yani Fahriansyah (Januari 2021)

<iframesrc="https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fabdullahakiera.vanassamawiey%2Fposts%2F3968858426525811&show_text=true&width=500"width="500"height="503" style="border:none;overflow:hidden"scrolling="no"frameborder="0"allowfullscreen="true" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share"></iframe>

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar