Zakat Fitrah, Bagian 5 dari 5: Hukum Merelokasikan Zakat Fitrah ke Daerah Lain - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Zakat Fitrah, Bagian 5 dari 5: Hukum Merelokasikan Zakat Fitrah ke Daerah Lain

Zakat Fitrah, Bagian 5 dari 5: Hukum Merelokasikan Zakat Fitrah ke Daerah Lain

Oleh: Usmul Hidayah

Setelah zakat fitrah dilaksanakan dan ditampung kepada panitia yang telah ditunjuk, maka langkah selanjutnya adalah membagikan kepada yang berhak menerima zakat fitrah. Siapa yang berhak menerima zakat fitrah? Hal tersebut sudah dibahas pada artikel sesudahnya, yakni Zakat Fitrah, Bagian 3, link: https://www.literasisambas.org/2021/05/zakat-fitrah-bagian-ke-3-tiga-pendapat.html.

Permasalahan tidak hanya kepada orang yang berhak menerima zakat fitrah, tetapi lokasi penyaluran zakat fitrah, apakah bisa disalurkan ke daerah lain? Untuk menjawab permasalah tersebut diperlukan dalil yang shahih. Dalil tersebut yakni perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Mu’adz saat Sahabat ini diutus beliau ke Yaman.

عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَدِمَ عَلَيْنَا مُصَدِّقُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ 


الصَّدَقَةَ مِنْ أَغْنِيَائِنَا فَجَعَلَهَا فِي فُقَرَائِنَا

Artinya: "Dari Ays'ats dari 'Aun bin Abu Juhaifah dari ayahnya dia berkata, telah datang kepada kami amil zakat Utusan Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam, kemudian dia mengambil zakat dari orang-orang kaya diantara kami kemudian membagikannya kepada para fakir miskin." (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 587 - Kitab Zakat)

Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan, “Yang sesuai dengan as-Sunnah ialah mendistribusikannya di kota (daerah) orang yang berzakat (muzakki), dan tidak dikirim ke kota lain. Tujuannya adalah untuk mencukupi dan memenuhi kebutuhan orang miskin di daerahnya”. (Majmuu Fataawaa Ibnu Baz, XIV/213)

Ketika ditanya tentang hukum mengirim zakat fitrah di daerah lain, dia menjawab: “Hal tersebut tidak mengapa dan tetap sah zakatnya, Insya Allah. Demikian berdasarkan pendapat yang paling kuat diantara dua pendapat dari para ulama. Akan tetapi, kalau kamu menunaikannya di tempat tinggalmu, itu lebih baik dan lebih hati-hati (terlindung dari kesalahan). Jika kamu mengirimnya ke keluargamu (yang tinggal di daerah) agar disalurkan kepada orang-orang fakir di daerah asalmu, maka ini tidak mengapa”. (Majmuu Fataawaa Ibnu Baz, XIV/214-215)

Kesimpulan:

-     Memindahkan zakat dari negeri orang yang mengeluarkannya ke negeri lain jika hal itu membawa maslahat hukumnya boleh. Jika orang yang mengeluarkan zakat itu mempunyai sanak kerabat yang berhak menerima zakat di negeri lain dan zakat itu dikirim kepadanya, maka hukumnya tidak apa-apa (boleh). Begitu juga jika standar hidup di negeri itu tinggi, lalu dia mengirimnya ke suatu negeri yang lebih miskin, hal itu juga boleh, tetapi jika tidak ada kemaslahatan dalam memindah zakat dari negeri satu ke negeri lain, maka sebaiknya tidak perlu dipindahkan. (Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji (Fatawa Arkanul Islam), Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Darul Falah, 2007)

 

Bolehkah Zakat Fitrah di tempat kita merayakan Idul Fitri? Misalnya saat kita pulang kampung, atau saat kita masih di daerah lain (merantau).

Jawabannya: BOLEH

Asalnya, zakat fitrah disalurkan di negeri tempat seseorang mendapatkan kewajiban zakat fitrah yaitu di saat ia mendapati waktu fithri (tidak berpuasa lagi). Karena wajibnya zakat fithri ini berkaitan dengan sebab wajibnya yaitu bertemu dengan waktu fithri.

Misalnya, seseorang yang kesehariannya di Sambas, sedangkan ketika malam Idul Fithri ia masih berada di tempat kerjanya yakni Pontianak. Karena tidak bisa balik kampung atau mudik. Maka, zakat fithri tersebut boleh ia keluarkan di Pontianak karena di situlah tempat ia mendapati Idul Fithri. Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 23: 345.

Boleh disalurkan ke tempat lain dan itu masih dikatakan sah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Fatawa Al Kubro (5: 369) berkata, “Menyatakan tidak bolehnya menyalurkan zakat ke daerah lain yang sudah dibolehkan mengqashar shalat di sana tidaklah didukung oleh dalil syari. Tetap boleh saja menyalurkan zakat ke daerah lain, juga untuk hal semisal zakat jika ada alasan syari.

 

Allahu’alam….

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar