Zakat Fitrah, Bagian 2 dari 5: Besaran Zakat Fitrah menurut Pendapat Ulama Terdahulu, BazNas, dan MUI - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Zakat Fitrah, Bagian 2 dari 5: Besaran Zakat Fitrah menurut Pendapat Ulama Terdahulu, BazNas, dan MUI

Zakat Fitrah, Bagian 2 dari 5: Besaran Zakat Fitrah menurut Pendapat Ulama Terdahulu, BazNas, dan MUI

OL

Oleh: Usmul Hidayah


Takaran Sha’ yang Dijadikan Standar Didalam Zakat Fitrah adalah Sha Nabi

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ 


مِنْ رَمَضَانَ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنْ الْمُسْلِمِينَ


Artinya: “Dari Abdullah bin Umar bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam mewajibkan untuk membayar zakat fitrah pada bulan Ramadhan sebesar satu sha' dari kurma atau dari gandum atas setiap orang merdeka atau budak baik laki-laki maupun perempuan dari kaum muslimin." (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 612 - Kitab Zakat)

Lainnya,

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي رَجَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَخْطُبُ 


عَلَى مِنْبَرِكُمْ يَعْنِي مِنْبَرَ الْبَصْرَةِ يَقُولُ صَدَقَةُ الْفِطْرِ صَاعٌ مِنْ طَعَامٍ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا 


أَثْبَتُ الثَّلَاثَةِ

Artinya: "Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dari Abu Raja' dia berkata; "Aku mendengar Ibnu 'Abbas berkhutbah di atas mimbar kalian -yaitu mimbar Bashrah- mengatakan; 'Zakat fitrah sebesar satu sha' makanan'. Abu Abdurrahman berkata; 'Hadits ini lebih kuat dari ketiga Hadits lainnya." (Hadits Sunan An-Nasa'i No. 2463 - Kitab Zakat)

Ø    UKURAN ZAKAT MENURUT PENDAPAT ULAMA TERDAHULU

Literasisambas.org - Dari hadits di atas, makna dari satu sha dari berbagai pendapat para ulama yang berkompeten di bidangnya, dapat diketahui penjelasannya di bawah ini.

Ketahuilah, 1 sha sama dengan 1/3 ritel irak (Ad-Daruquthni, 1/151) atau 4 mud. Sedangkan 1 mud setara dengan raupan dua telapak tangan manusia berukuran sedang, sepenuh kedua telapak tangan tersebut dalam posisi mengulurkan dua tangan tadi. Inilah yang menjadi takaran satu mud. Al-Fairuz Abadi berkata, “Aku telah mempraktikkannya, ternyata hasilnya benar”.

Dengan demikian, satu sha berarti empat raupan dua telapak tangan orang yang perawakannya tak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Sebab, tidak semua tempat (negeri) terdapat di dalamnya takaran sha Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Pendapat ini dikemukakan oleh ad-Dawudi dan al-Fairuz Abadi sudah membuktikannya sendiri. (Al-Qamus al-Muhith, Hal. 955)

Syaikh Ibnu Baz, menjelaskan Batasan sha adalah empat raupan dua telapak tangan berukuran sedang pada jenis makanan kering seperti kurma, hinthah (gandum), dan lainnya. Adapun jika dikonvensi pada berat, maka beratnya adalah 480 mitsqal.

Jika dikonvensi ke riyal Perancis, maka nilainya adalah 80 riyal Perancis. Diketahui bahwa berat satu riyal Perancis sendiri adalah 6 mitsqal. Sedangkan jika dikonvensi ke riyal perak Arab Saudi, maka kadarnya adalah 192 riyal.

Jikalau dikonversi ke satuan kilogram, maka beratnya mendekati 3 kg. kalau seorang muslim menuaikan zakat fitrah dengan makanan yang kering, seperti kurma kering, hinthah (gandum) kualitas terbaik, beras, kismis kering atau keju, sesuai takarannya (yaitu sha atau mud), maka itu leibh baik dari pada dengan timbangan (yaitu mitsqal). (Majmuu’ Fataawaa Ibni Baz, XIV/204-205)

Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-‘Ilmiyyah wal Ifwaa’ atau Lembaga Fatwa Arab Saudi menyatakan, “Kadar zakat fitrah yang wajib ditunaikan setiap jiwa adalah sebesar satu sha Nabi. Adapun jika dikonversi ke satuan kilogram, maka kurang lebih 3 kg.” (Fatawaa’ Lajnah ad-Daimah, IX/371)

 

Ø  UKURAN ZAKAT MENURUT BAZNAS NASIONAL

Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No. 7 Tahun 2021 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, ditetapkan bahwa nilai zakat fitrah setara dengan uang sebesar Rp40.000,-/hari/jiwa

Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama Islam, hidup pada saat bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri. Besarannya adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Para ulama, diantaranya Shaikh Yusuf Qardawi telah membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha gandum, kurma atau beras. Nominal zakat fitrah yang ditunaikan dalam bentuk uang, menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.

BAZNAS akan menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras kepada mustahik, termasuk keluarga rentan yang mengalami kesulitan akibat dampak pandemi Covid-19.

Zakat Fitrah ditunaikan sejak awal Ramadhan dan paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitri. Sementara itu, penyalurannya kepada mustahik (penerima zakat) paling lambat dilakukan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Bayar Zakat Fitrah Disini (Sumber: Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014, SK Ketua BAZNAS No. 27 Tahun 2020, Hadist Riwayat Bukhari Muslim, dan pendapat Shaikh Yusuf Qardawi).

 

Ø    UKURAN ZAKAT FITRAH MENURUT MUI

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Dr. HM. Asrorun Ni'am Sholeh. Dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama, ukuran zakat fitrah sendiri menurut MUI adalah sebesar 3 kg atau 0,5 kg lebih besar dibandingkan dengan ukuran biasanya. Hal ini telah lama ditetapkan oleh MUI, namun penyampaiannya hingga saat ini memang belum terlaksana dengan maksimal.

Adanya perbedaan pendapat mengenai besaran zakat fitrah 2,4 kg hingga 2,8 kg di kalangan ulama, menjadi dasar penentuan besaran 3 kg zakat tersebut. Menurut MUI, dengan berzakat 3 kg, jika memang ada kelebihan akan dianggap sebagai sadaqah untuk kaum dhuafa.

Sedangkan untuk nominal pembayaran zakat fitrah, MUI sepakat menetapkan sebanyak Rp. 40.600 per orang. Dikutip dari berbagai sumber, hal ini merujuk kepada hasil rapat Komisi Fatwa MUI kabupaten Bekasi pada 10 Maret 2020.

MUI juga menghimbau agar masyarakat membayarkan zakat fitrahnya lebih cepat tanpa menunggu malam Idul Fitri. Yang mana Hal ini dimaksudkan untuk membantu penanggulangan pandemi COVID-19 di tengah masyarakat.

 

Zakat Fitrah Berupa Beras 2,5 Kg atau 3 Kg, Mana yang Lebih Baik?

1.          Berdasarkan penjelasan di atas, para ulama sepakat bahwa mengeluarkan zakat fitrah sebesar 1 sha makanan pokok, yakni jika diukur dengan kilogra, seberat ±3 kg (pendapat yang paling kuat).

2.          Sedangkan menurut Baznas Nasional, zakat fitrah sebesar 2,5 – 3,5 kg jika dibayar dengan makanan pokok.

3.          Menurut MUI, Adanya perbedaan pendapat mengenai besaran zakat fitrah 2,4 kg hingga 2,8 kg di kalangan ulama, menjadi dasar penentuan besaran 3 kg zakat tersebut. Menurut MUI, dengan berzakat 3 kg, jika memang ada kelebihan akan dianggap sebagai sadaqah untuk kaum dhuafa.

 

Kesimpulan dari Sumber di atas adalah sebagai berikut:

Satu sha = empat mud. Empat mud setara dengan volume makanan pokok dua genggaman penuh sepasang tangan. Berikut pandangan berbagai mazhab Islam sebagaimana tertera dalam kitab Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu. Terdapat perbedaan dalam hal penentuan volume makanan pokok dan konversinya ke satuan berat (kg), antara lain:

1.      Mazhab Maliki: Satu mud = 675 gram, maka satu sha sama dengan 2700 gram (2,7 kg).

2.      Mazhab Syafi’i: Satu sha = 693 1/3 dirham = 2751 gram (2,75 kg).

3.      Mazhab Hambali: Satu sha = 2,2 kg (2,176 gram)

Dengan perincian sebagai berikut;

1 sha = 4 mud atau 5 1/3 Ritl Baghdad

1 Ritl Bagdad = 408 Gram

1 mud = 1 1/3 Ritl Baghdad

1 mud = 1 1/3 x 408 = 544 gram

Jadi 1 sha = 4 x 544 gram = 2176 Gr = 2,176 Kg (dibulatkan 2,5 Kg).

4.      Mazhab Hanafi: 1 sha = 3,8 kg

 

Jadi, dalam prakteknya di negeri kita konversi zakat fitrah berupa beras sebanyak 1 sha dibulatkan 2,7 kg atau 2,5 kg untuk mengambil “midpoint” (pertengahan) antara pendapat yang menyatakan beratnya di atas 2,7 - 3 kg bahkan lebih, dengan berat yang menyatakan lebih ringan dari itu yaitu 2,2 kg.

Kesimpulannya apabila zakat fitrah dikeluarkan, minimal untuk per jiwa seberat 2,2 kg tetap sah, apalagi 2,5 kg, 2,7 kg bahkan 3,5 - 3,8 kg lebih baik. Jika untuk kehati-hatian, lebih baik kita berzakat fitrah seberat ±3 kg, karena ini yang lebih mendekati kebenaran menurut juhmur ulama terdahulu. Jika memang ada kelebihan akan dianggap sebagai sadaqah.

 

Wallahu A’lam

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar