Untuk Para Suami: Jangan Seperti Timba Sumur Bocor - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Untuk Para Suami: Jangan Seperti Timba Sumur Bocor

Untuk Para Suami: Jangan Seperti Timba Sumur Bocor

 Oleh: al-faqiir Abu Musa al-Fadaniy


Bismillahirrahmanirrahim

Kadangkala kami membaca postingan rekan-rekan yang menjual herbal kejantanan yang lewat di beranda medsos, dan disana terdapat testimoni/keluhan dari para customer herbal tersebut. Diantara mereka mengeluhkan, di menit-menit awal timba masuk sumur, Qadarallah sudah bocor.

Ini tentu musibah, karena apa yang dapat diperoleh gelas-gelas kaca tersebut hanya dalam durasi yang relatif singkat? Sungguh, mereka lebih pemalu daripada bunga putri malu. Alhamdulillah jika sebagian lelaki yang menyadari kelemahannya tersebut, namun bagaimana dengan tipe lelaki egois? Tak peduli dengan realita yang ada, Ia lelap tidur, sedangkan gelas-gelas kaca tersebut menahan apa yang tertahan, padahal ia juga berhak merasakan hal yang sama.

Umar bin Abdul Aziz -Rahimahullah- menasihati para suami:

لا تواقعها إلا وقد أتاها من الشهوة مثل ما أتاك لكيلا تسبقها بالفراغ

“Janganlah kamu menjima’ dia (istri -pen) kecuali dia (istri -pen) telah mendapatkan syahwat seperti yang engkau dapatkan, supaya engkau tidak mendahului dia dengan kehampaan (suami selesai dari hajatnya, namun istri tidak mendapatkan kenikmatan syahwat -pen)”.

Kami mencoba mencari beberapa jurnal ilmiah berkenaan kondisi riil di lapangan, ternyata kami peroleh kesimpulan bahwa perceraian karena faktor istri berselingkuh menempati posisi ke-3 di sebagian pengadilan agama, diantara faktornya karena suami impoten, atau istri tidak mendapatkan nafkah batin karena suami cuek akan hal ini.

Kemudian kami coba mencari beberapa konsultasi syariah berkenaan hal ini, ternyata musibah ini juga menimpa kalangan jama'ah pengajian. Bahkan ada kasus seorang seorang ummahat benar-benar ingin berzina di luar rumah karena tak tahan atas apa yang selama ini tidak tersalurkan, akan tetapi rasa takutnya kepada Allah Ta'ala yang lebih besar, menghalangi ia melakukan perbuatan keji tersebut.

Maka hendaknya para lelaki yang beriman kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya (shallallahu 'alaihi wa sallam) berbuat baik kepada gelas-gelas kaca tersebut. Jangan menunggu gelas-gelas kaca tersebut meminta atau bahkan sampai mengemis, tapi hendaknya para suami peka. Sungguh, rasa malu mereka begitu besar, sehingga membuat lidah menjadi kaku untuk mengutarakan apa yang diinginkan oleh jiwa mereka.

Syaikh Muhammad bin shalih al-Utsaimin (rahimahullah) memberikan nasihat:

والثاني : أنه إذا أتى أهله فقد أحسن إلى أهله، لأن المرأة عندها من الشهوة ما عند الرجل، فهي 

تشتهي الرجل كما يشتهيها، فإذا أتاها صار محسناً إليها وصار ذلك صدقة

"Yang kedua: jika seorang suami mendatangi istrinya (jima' -pen) hendaklah berbuat baik kepada istrinya. Karena wanita memiliki syahwat sebagaimana laki-laki. Wanita juga mempunyai keinginan sebagaimana laki-laki mempunyai keinginan. Jika ia (suami -pen) mendatangi istrinya dengan berbuat baik padanya maka ini termasuk sedekah." [Dinukilkan dari Syarah al-'arba'in an-Nawawiyah, penjelasan hadits ke-25. Hal.312-313, Cet.Muassasah asy-Syaikh Muhammad bin Shaalih al-'Ushaimin al-Khairiyyah, tahun 1431 H]

Diantara bentuk perbuatan baik yang dapat dilakukan oleh suami, yaitu:

#1 - Peka dengan kebutuhan batin istri, suami harus jeli dengan bahasa isyarat/gelagat istri, jika istri membutuhkan suaminya, kalau perlu bertanya terus terang, termasuk ketika istri haid, sangat memungkinkan tatkala ia sedang haid, ia sangat membutuhkan suaminya. Tentu saja dengan tidak melakukan yang diharamkan.

#2 - Hendaknya suami yang shaalih mampu menjaga durasi dan intensitas. Sungguh, harusnya tanpa obat herbal ataupun pelatihan pernapasan, seorang lelaki bisa melakukan pekerjaan yang melelahkan setidaknya minimal 1 jam-an, asalkan ia tau bagaimana mengontrol akal dan emosionalnya.

#3 - Jagalah kualitas, janganlah memasukkan timba ke dalam sumur sebelum dilakukan pemanasan. Jangan terburu-buru seperti orang yg terburu-buru memacu kendaraannya tanpa ia panasi terlebih dahulu. Foreplay itu penting.

#4 - Selalu pastikan, istri telah mendapatkan apa yang telah diperoleh suami, dengan bertanya terus terang.

Semoga yang sedikit ini memberikan kebermanfaatan, dan jika ada kekeliruan dari apa yg kami tulis, mohon berkenan menasihati kami. Jazaakumullahu khayran.

 

Baarakallahu Fiikum

-----------------------

FB: al-faqiir Abu Musa al-Fadaniy

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar