Renungan: Saat Idul Fitri Menjelang - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Renungan: Saat Idul Fitri Menjelang

Renungan: Saat Idul Fitri Menjelang

 Oleh: Usmul Hidayah


Literasisambas.org - Terakhir, inilah perasaaan seorang muslim di pagi hari raya idul fitri. Ia menguturkan:

“Aku ingat pagi hari Idul Fitri, kutemui anak-anak yang yatim. Tidak ada yang mau mencium mereka. Bahkan sekedar memberikan senyum untuk mereka. Aku ingat di pagi hari Idul Fitri aku bersama para janda, yang tidak bisa lagi merasakan kelembutan, juga kerinduan kepada suami mereka. Aku ingat, dia hari raya Idul Fitri kita semua menikmati hidangan makanan enak dan minuman segar yang dapat menghilangkan lapar.

Aku ingat, di hari raya Idul Fitri kita memakai pakaian baru. Sementera nun di sana ada saudara yang tidak mampu menutupi. Mungkin auratnya hanya ditutupi oleh kulit dan daun saja.

Aku ingat, di hari raya Idul Fitri kita berkumpul Bersama dari semua umur, anak-anak, bapak-bapak dan ibu-ibu. Sementara ada saudara kita yang waktunya terampas oleh peperangan. Tak ada kenyamanan, ketenangan dan rasa aman. Hari raya mereka hanyalah linangan air mata, kesedihan serta kenangan seperti penjara.

Pada saat yang sama aku mengenakan baju baru mengunjungi sanak-sanak di sana-sini, menikmati makanan dan minuman, aku tertawa dan bercanda. Tetapi, perasaan sebagai satu bagian utuh sebuah tubuh dan rasa persaudaraan tumbuh kuat dalam diriku. Aku tak akan melupakan mereka. Kalaupun aku tertawa, ada guratan duka menorah wajahku. Lisanku bergetar melantunkan do’a bagi mereka. Aku pun menceritakan keadaan mereka kepada keluarga dan tetanggaku.

Lisanku selalu berdo’a untuk mereka, dimana keluarga dan tetanggaku menggunjingkan mereka.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Hujurat: 10)

Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ....المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ 

يَخذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَايَحْقِرُهُ....

Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "….Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya. Karenanya, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina yang lain…." (HR. Muslim no. 2564)

 

Barang siapa yang berbuat kebaikan maka kebaikan itu kembali kepada dirinya sendiri. Barang siapa yang tinggi cita-citanya maka kebaikan akan mengikutinya, namun barang siapa yang rendah cita-citanya maka kehinaan akan selalu mengikutinya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ

Artinya: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. az-Zalzalah: 7-8)

 

Saat Idul Fitri Menjelang

Kusucikan cita-citaku dari apa-apa yang dilarang Allah

Menuju bulan yang khusyu’ dengan berbekal kekhusyu’an bulan yang suci, dengan bekal amal sholeh.

Orang-orang yang berpuasa dengan istiqomah akan mendapatkan tempat yang kekal dan didampingi bidadari yang menyenangkan.

Penuh ampuna dari yang Maha Agung dengan kekuasaan-Nya yang besar.

Wahai saudaraku, segerlah bangkit beramal sebelum Ramadhan pergi.

Semoga Allah Yang Maha Pengasih menghapus semua dosa-dosa kita dan mengampuni kesalahan sebelum dibuka kejelekkan kita. (Sumber: Productive Ramadhan Karya Dr. Ibrahim Ad-Duwaisy, Hal.49-51)

Dari ungkapan hati seseorang di atas dapat kita ambil pelajaran, yakni:

1.       Saat hari raya tiba, kita harus banyak-banyak termenung kepada saudara kita yang tak seberuntung kita dalam merayakan hari kemenangan.

2.       Islam mengajarkan untuk menjalin ukhuwah (persaudaraan) baik yang miskin maupun yang kaya terlebih lagi saat hari raya tiba.

3.       Islam menganjurkan kaum muslimin untuk saling mencintai, terlebih lagi anak yatim, janda yang ditinggalkan oleh suaminya dan sanak saudaranya sehingga ia tinggal sendiri.

4.       Wajib mewujudkan persaudaraan seiman. Bentuk mewujudkan persaudaraan adalah dengan saling memberi hadiah, berkumpul dalam ibadah maupun memakan hidangan saat hari Raya tiba.

5.       Setelah Nabi Shallallahualaihi wasallam menjelaskan bahwa sesama muslim itu bersaudara, beliau menjelaskan pula bagaimana seharusnya seorang muslim pada saudaranya.

6.       Tidak boleh menjatuhkan kehormatan seorang muslim, apabila ia memakain pakaian sederhana saat orang lain memakain pakaian baru saat hari raya Idul Fitri.

7.       Tidak boleh menelantarkan sesama muslim, berarti kita diperintahkan untuk menolong mereka. Bahkan kita diperintahkan menolong orang yang memerlukan bahkan menolong orang yang mendapatkan kesusahan serta menolong orang yang mendapatkan kedzoliman.

 

Semoga kita termasuk orang-orang yang menyantuni anak yatim dan orang-orang miskin serta saling membantu saat mereka membutuhkan dan tidak memperhatikan status mereka. Semoga kita mendapatkan imbalan apa yang telah dijanjikan di hari kiamat kelak. Dalam Hadits yang Shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

Artinya: “Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslimin, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Abbas). (Lihat Sunan Tirmidzi, Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah’an Rasulillah: 1840).

Dan barangsiapa yang menjaga anak yatim di dunia, maka ia akan Bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam seperti dua jari tengah dan jari telunjuk. Sebagaimana sabdanya:

عَنْ سَهْلٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ وَقَرَنَ بَيْنَ أُصْبُعَيْهِ الْوُسْطَى 

وَالَّتِي تَلِي الْإِبْهَامَ

Artinya: “Dari Sahl bahwa nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku dan pemelihara anak yatim di dalam surga seperti ini -lalu beliau merapatkan antara dua jarinya; jari tengah dan jari telunjuk." (Hadits Sunan Abu Dawud No. 4483 - Kitab Adab)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar