Motivasi (Kisah Nyata): Pertolongan Allah kepada Orang yang Ingin Menikah - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Motivasi (Kisah Nyata): Pertolongan Allah kepada Orang yang Ingin Menikah

Motivasi (Kisah Nyata): Pertolongan Allah kepada Orang yang Ingin Menikah

 Oleh: al-Faqiir Abu Musa al-Fadaniy


Literasisambas.org - Beberapa hari yang lalu, kami berjumpa dengan seorang pemuda minang, penuntut ilmu syar'i di salah satu lembaga pendidikan islam yang bermanhaj Salaf di Surabaya. Apa yang ia sampaikan semuanya "daging", bahkan mungkin tidak ada "gomok" atau "tetelan" sama sekali. Padahal dari segi usia, ia lebih muda, tapi kami akui ia lebih dewasa.

Pemuda tersebut bercerita, walau masih mustawa tsaniy (semester 2), ia merasa sudah masuk kategori wajib menikah, karena baginya fitnah wanita di surabaya sudah begitu dahsyatnya, bahkan sekedar sandal akhowat pun ia bisa terfitnah, padahal tak jelas itu sendal nenek-nenek atau akhowat nan belia.

Pergilah ia meminta nasihat dari para asatidzah, menceritakan kondisinya, dan secara ijma' para asatidzah mendukung niat baik pemuda tersebut. Kemudian sampai hari dimana uangnya sudah ada 1 juta untuk modal nikah, namun statusnya masih ghaib,  maka kembali pemuda tersebut meminta nasihat para asatidzah. Nyaris semua asatidzah menasihatkan pemuda tersebut agar bersabar terlebih dahulu sembari mengumpulkan dana yang dirasa cukup (apalagi 1 juta itu statusnya masih belum di tangan, sehingga tentu terlalu berisiko).

Sampailah ia pada seorang ustadz, yang memberikan ia motivasi untuk lanjut, insya Allah Allah Ta'ala akan bukakan jalan keluar atas dirinya. Pemuda tersebut menjadi mantap untuk melangkah menuju pernikahan, selain mendapat motivasi dari sang Ustadz, karena ia juga beriman dengan ucapan Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia,  Abu Hurairah (Radhiyallahu ‘anhu)

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

Tiga orang yang pasti akan mendapatkan pertolongan Allah: 1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.(diwayatkan juga oleh an-nasai, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan selainnya)

 

Dan juga, semakin kokoh keyakinannya akan pertolongan Allah Ta'ala, karena Allah Ta'ala sendiri yang berfirman di dalam Surah ath-Tholaq :

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan atasnya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Tak lama berselang, ada tawaran menikah dengan salah seorang akhowat salafy, dengan keyakinan yang mantap, ia pergi melamar gadis tersebut. Bagi orang-orang yg hanya mengandalkan akal yg mainstream, , maka sudah pasti akan menyangka pemuda tersebut akan ditolak mentah-mentah, karena jika dilihat dari modal nikah hanya 1 juta, itupun masih ghaib keberadaannya, kemudian keluarga si akhwoat pun termasuk pentolan dari ormas beraqidah sufi di Indonesia. Namun subhanallah, pertolongan Allah Ta'ala begitu dekat kepada pemuda tersebut, keluarga si akhowat ternyata menerima pemuda Minang tersebut menikahi anak gadis mereka, padahal yang datang melamar adalah "pemuda wahabi" dan belum memiliki pekerjaan tetap.

Pemuda Minang tersebut menceritakan kepada kami, sebelum H-1 akad nikah ia benar-benar tak ada uang, apalagi sekedar kos pasutri dan peralatan dasar yang dibutuhkan pasangan suami istri. Malam hari, ia mencurahkan kegundahan hatinya kepada Dzat Yang Maha Memiliki Alam Semesta ini, Dzat Yang Maha Kaya, Dzat Yang Maha Memberi. Dan subhanallah, tak berselang lama, tepatnya di pagi hari, tiba-tiba ada seseorang menitipkan amplop berisi uang cukup banyak kepada pemuda tersebut, yang membuat perasaan pemuda tersebut campur aduk tidak karuan. Uang tersebut sebagai hadiah, tapi tak jelas hadiah dalam rangka apa? Maka sudah pasti Allah Ta'ala, Rabb dari muhsinin tersebut yang menggerakkan hatinya untuk mendermakan sebagian hartanya kepada pemuda Minang tersebut. Walhasil, ia gunakan uang tersebut untuk menyewa kos pasutri, dan membeli peralatan rumah tangga.

Saat ini, pemuda Minang tersebut telah dikaruniawi satu anak laki-laki. Alhamdulillah. Semoga menjadi anak yang shaalih. Sebelum kami berpisah, pemuda Minang tersebut memberikan nasihat (kurang lebih), "Sekadar Yakin akan pertolongan Allah Ta'ala saja tidak cukup, tapi kita harus benar-benar menjauhi kemaksiatan kepada Allah Ta'ala, ketika seseorang sudah bermaksiat kepada Allah Ta'ala, maka Allah Ta'ala jadikan segala urusannya kacau, termasuk rizqi".

Ini nasihat penutup yang luar biasa bagi kami. Benar saja, bagaimana mungkin Allah Ta'ala akan memberikan kita jalan keluar atas masalah-masalah yang kita hadapi, sedangkan kita terus menerus larut bermaksiat kepada Allah 'Azza Wa Jalla. Allahul musta'an.

Kami jadi teringat hadits shahih:

إِنْ تَصْدُقِ اللَّهَ يَصْدُقْكَ

Jika engkau jujur kepada Allah, niscaya Allah akan jujur kepadamu. (Riwayat An-Nasai)

Insya Allah pemuda tersebut jujur akan niatnya dalam menjaga kesucian dirinya, di saat rusaknya kondisi moral sebagian pemuda/i di kota besar seperti Surabaya ini, fitnah syahwat begitu besar. Sehingga tak heran Allah Ta'ala mudahkan urusan pemuda tersebut, yang menurut hitung-hitungan diatas kertas, harusnya hal tersebut mustahil terjadi. Tapi Allah Ta'ala Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

 

Baarakallahu Fiikum

Sumber: FB al-Faqiir Abu Musa al-Fadaniy

Link: <iframe src="https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fweb.facebook.com%2Fabumusa.alfadaniy%2Fposts%2F1127742091038129&show_text=true&width=500" width="500" height="708" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" frameborder="0" allowfullscreen="true" allow="autoplay; clipboard-write; encrypted-media; picture-in-picture; web-share"></iframe>

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar