Mengenal Imam Abul Hasan al-Asy'Ariy dari Hati ke Hati - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Mengenal Imam Abul Hasan al-Asy'Ariy dari Hati ke Hati

Mengenal Imam Abul Hasan al-Asy'Ariy dari Hati ke Hati

Oleh: al-Faqiir Abu Musa al-Fadaniy



Mengenal Imam Abul Hasan al-asy'Ariy dari Hati ke Hati

Nama aslinya adalah Ali bin Isma'il bin Abi Bisyr Ishaq bin Salim bin Isma'il bin 'Abdillah bin Musa bin Bilal bin Abi Bur'dah bin Abi Musa al-Asy'ariy (Radiyallahu 'anhu). Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) lahir pada tahun 260 H, kemudian wafat pada tahun 324 H. Ayah beliau, yaitu Isma'il bin Ishaq (Rahimahullahu) adalah seorang Ahlus Sunnah, dan ia dikenal seorang periwayat hadits. Ayah beliau mewasiatkan anaknya (Abul Hasan al-Asy'ariy kecil) kepada salah seorang ulama Ahlul Hadits, yaitu Imam Abu Yahya Zakariyya bin Yahya as-Saajiy (Rahimahullahu), muridnya Imam Ahmad bin Hanbal (Rahimahullahu), Ia merupakan seorang ulama yang mumpuni di bidang Fiqh dan Hadits, serta penulis dari kitabnya yang berjudul  Ikhtilaful Fuqahaa', kemudian wafat di tahun 308 H.

Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) pertama kali belajar ilmu kalam kepada suami ibunya yang bernama Muhammad bin 'Abdil Wahab Abi 'Ali al-Jubba'i, seorang ulama besar di dalam madzhab Mu'tazilah. Sehingga Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) berada di dalam mazhab Mu'tazilah lebih kurang 40 tahun lamanya.

Sampai dikisahkan bahwasanya Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) bermimpi bertemu Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam), setelah selama beberapa malam sebelumnya ia merasa risau dengan aqidah yang ia pelajari dari suami ibunya tersebut, kemudian di mimpi tersebut, Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) berwasiat kepada Abul Hasan al-Asy'Ariy "Peganglah Sunnahku !", ia pun terbangun dari mimpi tersebut, dan berkomitmen untuk berpegang teguh hanya kepada al-Qur'an dan as-Sunnah.

Diantara ulama yang menjelaskan kisah taubatnya Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) yaitu Ibnu 'Asakir[1] dalam kitab at-Tabyiin. Dikisahkan bahwa tiba-tiba Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) menghilang dari masyarakat selama beberapa hari (ada yang menyebutkan 15 hari), kemudian Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) muncul di Masjid Jami' di Kota Bashrah, kemudian beliau berbicara dengan suara lantang di mimbar selepas sholat jum'at,

"Para hadirin, aku menghilang dari kalian selama beberapa hari karena ada dalil-dalil yang bertentangan dan sama kuatnya, namun aku tidak mampu menetapkan mana yang hak dan mana yang batil, dan tidak mampu membedakan mana yang batil dan mana yang hak. Kemudian aku memohon petunjuk dari Allah Ta'ala, maka Dia memberiku petunjuk dan aku tuangkan ke dalam bukuku ini (maksudnya Kitab al-Luma' dan Kasyful Asrar wa Hatkul Asrar). Dan aku melepaskan semua Aqidah yang dulu aku pegang sebagaimana aku membuka bajuku ini"

Para ulama terdahulu membagi fase kehidupan Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) menjadi 3 fase, yaitu:

-             Fase pertama, saat ia bermazhab Mu'tazilah, belajar kepada Abu 'Ali al-Jubbai,

-             Fase kedua, saat ia bermazhab Kullabiyah, dimana menetapkan sifat Aqliyah yang tujuh [2],

-             Fase ketiga, saat ia rujuk kepada Manhaj  as-Salaf, dan kitab al-Ibanah merupakan kitab terakhir yang ia tulis sebelum wafatnya.

Diantara kecerdasan Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu), ia mendebat gurunya ( Abu Ali al-Jubbai), kisah ini disampaikan oleh Ibnu 'Imad al-Hanbali di dalam kitab asy-Syadzaraat, yang mana Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) berhasil membuat Abu Ali al-Jubbai diam tak berkutik, yang mana pada akhirnya Abu Ali al-Jubbai dibuat bingung atas Aqidah yang ia ajarkan sendiri.

Sebagian pihak yang tidak jujur dalam mencari kebenaran, membuat tuduhan palsu atas Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu), mereka mengatakan tidak benar Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) ruju' kepada Manhaj Salaf, dan mereka mengklaim bahwa Kitab al-Ibanah adalah karangan orang-orang "wahabi". Maka syubhat ini dapat dengan mudah kita bantah,

Pertama, ada puluhan ulama yang hidup ratusan tahun lalu menjelaskan ruju'nya Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) kepada manhaj salaf, dan menukilkan isi dari kitab al-Ibanah karya Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu). Diantara yang dapat kami sebutkan yaitu:

1.       al-Haafidz Ibnu Asakir (beliau menjelaskan panjang lebar di kitab at-tabyiin)

2.       Abu Bakr al-Baihaqi (beliau menjelaskan di kitab Ijtima'ul Juyuusyil islamiyyati)

3.       Ibnu Farhun (beliau menjelaskan di kitab ad-Dibaj)

4.       Nashiruddin as-Sajzi (beliau menjelaskan di kitab Bayanu Talbisil Jahmiyyah)

5.       Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (beliau menjelaskan di kitab kitab al-Aql wan Naql)

6.       al-Imam An-Nawawiy (beliau menjelaskan di kitab kitab al-'Uluw)

7.       al-Imam as-Subky (beliau menjelaskan di kitab Thabaqaat asy-Syaafi'i al-Kubra

Dan puluhan ulama yg berbeda zaman lainnya, yang insya Allah akan kami turunkan tulisan khusus berkenaan hal ini.

Kedua, anggaplah Ahlus Sunnah mengalah dengan sikap keras kepala Ahlul Bid'ah yang mengatakan Kitab al-Ibanah adalah karangan "Wahabi", maka sesungguhnya Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) memiliki kitab lainnya yang isinya sama seperti Kitab al-Ibanah, yang mana menjelaskan penyimpangan Aqidah Mu'tazilah, dan kitab-kitab yang menetapkan Aqidah as-Salaf, seperti kitab al-Luma' al-Kabir, al-Luma' ash-Shagir, kitab Kasyful Asrar wa Hatkul Asrar, Maqalatul Islamiyyin, al-Mujiiz, dan lainnya. Apakah semua kitab tersebut juga karangan "wahabi" ? Tentu ini merupkaan cara berlogika yang sangat rusak.

Ketiga, sebagian Ahlul Bid'ah yang agak waras, tidak berani mengatakan semua kitab yang dinisbatkan atas Ruju' Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) kepada Aqidah as-Salaf sebagai karangan "Wahabi", akan tetapi mereka membuat syubhat bahwa semua kitab tersebut telah dimanipulasi sebagian isinya oleh "Wahabi".

Maka dapat dengan mudah kita bantah. Jika mereka mengatakan kitab-kitab tersebut telah dipalsukan isinya, maka silahkan datangkan manuskrip aslinya, karena seseorang dapat menyatakan sesuatu telah dipalsukan, hanya jika ia mampu menunjukkan bagaimana yang asli. Kenyataannya, sampai hari ini, tak seorang pun dari mereka dapat menghadirkan puluhan manuskrip karya Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) yang mereka klaim asli sebelum dimanupulasi oleh "Wahabi".

Keempat, anggaplah lagi-lagi Ahlus sunnah harus mengalah dengan logika ahlul bid'ah yang sulit dicerna, anggaplah semua kitab Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) yang ruju' kepada Aqidah Salaf telah dipalsukan isinya oleh "Wahabi", maka bagaimana dengan ratusan kitab yang ditulis para ulama ratusan tahun lalu yang menjelaskan taubatnya Imam Abul Hasan al-Asy'ariy (Rahimahullahu) kepada manhaj salaf.

Apakah para ahlul bid'ah juga akan berdalih bahwa, ratusan kitab tersebut juga dipalsukan oleh "Wahabi"? Jika iya, maka silahkan datangkan manuskrip yang belum dimanipulasi, agar kita bisa buktikan bersama-sama. Tapi tentu, mereka tidak akan pernah bisa sampai hari kiamat, karena memang dugaan mereka tersebut dibangun hanya sekedar untuk menolak menelan pil pahit, bahwa sosok rujukan mereka telah ruju' kepada Manhaj Salaf ratusan tahun lalu.

***

Insya Allah bersambung....

Disusun oleh : al-Faqiir Abu Musa al-Fadaniy


Bagian #2

https://www.literasisambas.org/2021/06/membela-imam-abul-hasan-al-asyariy.html


[Barangsiapa yang menemukan kekeliruan pada tulisan diatas, mohon berkenan memberikan koreksi disertai bukti otentik dari kitab / manuskrip terkait]

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

[1] - Nama lengkapnya Abul Qasim 'Ali bin al-Hasan bin Hibatillah bin 'Abdillah bin al-Husain bin 'Asakir asy-Syafi'i, lahir pada tahun  499 H, kemudian wafat pada tahun 570

[2] - Penggagas Mahdzab Kullabiyah adalah Ibnu Kullab Abu Muhammad Abdullah bin Sa'id bin Muhammad bin Kullab al-Bashri, wafat pada tahun 240 H

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar