Beginilah Keadaan Para Sahabat dalam Menyambut Bulan Ramadhan - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Beginilah Keadaan Para Sahabat dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Beginilah Keadaan Para Sahabat dalam Menyambut Bulan Ramadhan

 Oleh: Usmul Hidayah

Sebagai hamba yang beriman, maka wajib kita mengetahui, mengimani dan berusaha mengamalkan Rukun Islam. Rukun Islam termasuk pilar atau pondasi bagi umat Islam dimanapun berada tanpa terkecuali. Oleh karena itu, seorang yang beriman sudah semestinya menjaga dan mengamalkan semaksimal mungkin agar pondasi keislaman tidak mudah goyang dan roboh agar selamat di dunia maupun di akhirat kelak.

Rukun Islam itu ada 5 yaitu, mengucapkan syahadat, mengerjakan salat, mengeluarkan zakat, menunaikan ibadah haji bagi yang mampu dan mengerjakan puasa di bulan Ramadhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ عَلَى أَنْ يُعْبَدَ اللَّهُ وَيُكْفَرَ بِمَا دُونَهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya: Dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau berkata: "Islam didirikan di atas lima dasar: Yaitu agar Allah disembah dan agar selainnya dikufurkan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji di Baitullah, dan berpuasa Ramadhan." (Hadits Shahih Muslim No. 20 - Kitab Iman)

Dari hadits di atas, sudah tidak asing lagi bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bahwa diperintahkan untuk mengerjakan salah satu dari rukun Islam yakni berpuasa di bulan Ramadhan. Karena sesungguhnya tidak dikatakan sempurna keimanan seseorang jika belum mengerjakan puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Dan pada hakikatnya puasa tersebut perjalanan mencapai ketaqwaan bagi orang-orang yang beriman.

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. al-Baqarah: 183)

Pada zaman dahulu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selalu memberikan berita gembira untuk para sahabatnya setiap Ramadhan tiba, seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik. Rasulullah, bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ دَخَلَ رَمَضَانُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ 

وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلَا يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ

Artinya: dari Anas bin Malik ia berkata, "Ketika datang bulan ramadlan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya bulan ini telah hadir kepada kalian. Di bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa diharamkan darinya, maka dia telah diharamkan kebaikan semuanya. Dan tidak diharamkan kebaikannya kecuali bagi yang terhalang dari kebaikan." (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 1634 - Kitab Puasa)

Keadaan orang-orang terdahulu dalam menyambut Ramadhan mempunyai aroma tersendiri. Sebagaimana Mu’alla bin al-Fahel mengomentari perilaku para salaf terhadap Ramadhan, “Mereka selalu memohon kepada Allah selama enam bulan agar dapat sampai Ramadhan, dan mereka kemudian memohon selama enam bulan agar amal ibadahnya selama ramadhan diterima”. (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Kemudian Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantunkan. Diriwayatkan dari Yahya bin Abi Katsir (seorang ulama tabi’in), bahwa beliau mengatakan,Diantara do’a sebagian sahabat ketika datang Ramadhan, yakni:

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Para sahabat juga meneladani Rasulullah sebelum mendekati bulan ramadhan untuk memantapkan diri dan mencari ridho Allah semata. Salah satu amalan yang dilakukan oleh para Sahabat adalah puasa di bulan Sya’ban. Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan,


أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلاَّ شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif,  hal. 234-243)

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan kita mengikuti suri tauladan kita untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Semoga dengan melakukan hal ini kita termasuk orang yang mendapat keutamaan yang disebutkan dalam hadits qudsi berikut.

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، 

وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، 

وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

Artinya: “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Bukhari no. 2506).

Orang yang senantiasa melakukan amalan sunnah (mustahab) akan mendapatkan kecintaan Allah, lalu Allah akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan, tangan dan kakinya. Allah juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya (terkabulnya) do’a. (Faedah dari Fathul Qowil Matin, Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al Abad)

Demikianlah keadaan para sahabat menyambut kehadiran bulan yang penuh berkah. Bulan suci ini mempunyai keharuman tersendiri dan kelezatan yang mengagungkan pada hati orang-orang yang diberikan ridha oleh Allah kepada mereka. Ramadhan membangkitkan kekuatan iman, kemuliaan dan keberanian di hati mereka. Dan, kebanyakan peperangan yang dilakukan muslimin dilakukan pada bulan ini.

 

 

 

 

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar