10 Panduan Suami Istri agar Menjadi Keluarga yang Harmonis - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

10 Panduan Suami Istri agar Menjadi Keluarga yang Harmonis

10 Panduan Suami Istri agar Menjadi Keluarga yang Harmonis

 Oleh: Muhana

Agama Islam sangat memperhatikan masalah pemilihan calon pasangan. Tidak semua pria dapat dijadikan sebagai pemimpin rumah tangga, begitu juga wanita boleh diperistri. Setidaknya ada beberapa point tertentu yang harus diperhatikan. Sebelum kepernikahan, ada baiknya kita harus mempelajari bagaimana memilih pasangan hidup yang dianjurkan oleh Islam agar tidak ada rasa penyesalan dikemudian hari.

Dalam proses penantian hadirnya jodoh, kita dianjurkan untuk selalu memperbaiki diri terutama ilmu agama sebagai bekal awal pernikahan. Terlebih lagi jika ia seorang ikhwan, ia dituntut bisa menjadi imam yang baik untuk keluarganya. Jika ia seorang akhwat, maka ia dituntut bisa menjadi ibu yang bisa mendidikan anaknya dengan ilmu agama. Karena keluarga adalah madrasah pertama bagi seorang anak. Karena sesungguhnya Pendidikan anak bukan dimulai sejak dini, tetapi semenjak engkau memilih Istri.

Seiring perjalanan dalam penantian, pasti ada rasa kekhawatiran seperti apa jodoh saya nanti. Islam telah memberikan penegasan atau jawaban dalam hal ini. Di dalam al-Qur’an, Allah firman:

اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِ

Artinya: “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)”. (QS. An-Nur: 26)

Ayat di atas, Allah telah memberitahukan kepada kita bahwa lelaki yang baik untuk wanita yang baik dan juga sebaliknya. Lelaki yang buruk untuk wanita yang buruk dan begitu juga sebaliknya. Tugas kita dalam proses penantian adalah menjalankan dan patuh dengan aturan syari’at Islam. Jika kita menjaga aturan Allah maka Allah akan menjaga jodoh kita. Bukankah jodoh adalah cerminan kita sendiri?

Setiap orang yang sudah berumah tangga pasti menginginkan rumah tangga yang harmonis. Dalam hal ini bukan berarti memiliki istri yang cantik nan menawan, suami yang tampan nan gagah, tetapi bagaimana menciptakan rumah tangga yang nyaman, damai, lagi tentram, dengan kerjasama antara suami dan istri di dalamnya.

Apabila kita pulang dari kerja atau kegiatan lainnya maka masalah di luar bisa hilang seketika. Rumah yang ada ketentraman merupakan idaman bagi setiap manusia yang sudah berumah tangga. Maka dari itu ada beberapa tips atau cara sederhana agar rumah tangga kita menjadi sakinah, Mawaddah wa Rahmah, diantaranya:

A.     Untuk Istri

1.      Apa yang menyulitkan engkau wahai hamba Allah untuk menemani suamimu yang baru masuk ke rumah dengan wajah yang cerah sambli tersenyum manis?

2.      Beratkah bagi engkau menghilangkan debu pada wajah, kepala, dan pakaian suamimu yang kotor selepas mencari nafkah untuk keluarga, kemudian engkau menciumnya?

3.      Mengapa engkau tidak berhias untuk suamimu, padahal dengannya engkau akan meraih pahala di sisi Allah?

4.      Sulitkah bagi engkau untuk menjaga diri dengan tidak bersuara lembut kepada selain suamimu?

5.      Apakah bertaqwa kepada Allah dihadapan suami maupun ketika suami tidak berada di sampingmu itu sulit?

6.      Apa engkau keberatan menyisihkan waktu untuk sekedar berbicara empat mata dengan suamimu?

7.      Apa waktu luang di rumah tidak cukup untuk berfikir akan masa depan keluargamu, terutama anak kalian?

8.      Seberapa beratkah menjadi seorang istri shalihah?

9.      Apakah sulit menjadi hamba yang senantiasa bertaubat?

10.   Apa sulitnya bersikap tegas membela agama-Nya?

 

B.      Untuk Suami

Wahai suami, Renungkanlah nasihat yang In SyaAllah bermanfaat bagi kehidupan rumah tangga:

1.       Apa yang memberatkan engkau wahai hamba Allah, untuk tersenyum dihadapan istrimu setiap kali masuk menemuinya di rumah? Padahal dengan begitu engkau akan memperoleh ganjaran dari Allah?

2.       Apakah yang membebani engkau untuk bermuka cerah tatkala melihat istri serta anak-anakmmu, padahal engkau akan mendapatkan pahala karenanya?

3.       Apa sulitnya bagi engkau mengucapkan salam dengan sempurna: Assalaamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh? Sewaktu masuk ke rumah, padahal engkau akan mendapatkan 30 kebaikan?

4.       Apa yang membuat engkau kesulitan untuk berkata dengan baik kepada istrimu sehingga meraih ridha-Nya, sekalipun perkataan itu sedikit dipaksakan?

5.       Apakah yang menyusahkan engkau, wahai hamba Allah, untuk sekedar Berdo’a: “Ya Allah. Perbaiki tabiat istriku, dan curahkan keberkahan padanya”?

6.       Tahukah kamu bahwasanya ucapan yang lembut kepada sesama muslim merupakan sedekah?

7.       Apa yang memberatkanmu untuk membawa hadiah atau oleh-oleh untuk istri dan anak-anakmu ketika pulang dari safar atau perjalanan jauh?

8.       Sulitkah engkau meluangkan waktu untuk menemani istrimu membaca Al-Qur’an?

9.       Tahukah engkau, wahai hamba Allah, bahwa jima’ akan mendatangkan ganjaran dari Allah?

10.    Sulitkah berbuat baiklah kepada Istrimu, karena sesungguhnya, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istrinya. (HR. Tirmidzi)

Sesungguhnya manusia memerlukan nasehat dan petunjuk dalam kehidupan. Sebagai makhluk sosial dan juga seorang muslim, kita sangat dianjurkan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Begitu halnya juga memilih pasangan karena membentuk keluarga yang harmonis merupakan impian setiap pasangan. Maka dari itu, sebelum membangun rumah tangga sebaiknya setiap pasangan sudah miliki ilmu atau cara membahagiakan pasangan masing-masing. Terlebih lagi seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga dituntut bisa membimbing keluarganya.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ

Artinya: “Laki-laki (suami) itu pemimpin bagi perempuan (istri)”. (QS. An-Nisa’: 34)

 



Referensi: Panduan Keluarga Sakinah karangan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar