Khutbah Jum'at Edisi Spesial Ramadhan: Puasaku Kali Ini, Taqwa atau Celaka? - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Khutbah Jum'at Edisi Spesial Ramadhan: Puasaku Kali Ini, Taqwa atau Celaka?

Khutbah Jum'at Edisi Spesial Ramadhan: Puasaku Kali Ini, Taqwa atau Celaka?

 Oleh: Usmul Hidayah


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ كَمَا قَالَ تَعَالَى:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya, karena kita masih diberikan nikmat hidup dan nikmat sehat, untuk merasakan Ramadhan hadir dihadapan kita serta diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, untuk bertobat, memohon ampun dan lebih memaksimalkan ibadah puasa yang mungkin tahun kemaren belum bisa memaksimalkannya. Banyak diantara kita yang diberi nikmat hidup dan sehat tetapi tidak sempat bahkan sibuk dengan urusan dunia sehingga ia melupakan ibadah puasa dan dengan sengaja meninggalkannya bahkan dianggap biasa-biasa saja, sehingga ia menjadi orang yang “Merugi dan Celaka” di akhirat nanti, Naudzubillah.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Tiada henti Allah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada seluruh hamba-Nya, kepada kita semua. Pada jum’at ini di bulan Ramadhan, ternyata kita yang masih terpilih oleh Allah, menjalani Ramadhan hingga akhir. Dan bahkan sekian banyak orang yang ingin hidup pada bulan Ramadhan, tapi 1 bulan, 1 minggu, 1 hari menuju Ramadhan ternyata sudah dipanggil terlebih dahulu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, syukurilah nikmat ini, karena tidak semua orang bisa mendapatkannya. Jika kita menemukan dan mendapatkan nikmat khusus yang tidak mungkin kita dapatkan pada Ramadhan berikutnya, maka rumusnya, Maksimalkan ibadah ramadhan ini dan jangan sekali-kali tinggalkan shalat teraweh dan ibadah-ibadah lainnya”. Semoga kita termasuk orang-orang yang diringankan langkah kita untuk menuju Rumah Allah dan mendapatkan gelar orang-orang yang bertaqwa, diterima taubatnya dan mendapatkan ampunan dari Allah serta diselesaikan masalah dalam kehidupan kita, bulan yang mulia ini, dan bulan seterusnya.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada suri teladan ummat Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassallam. Dengan perjuangan dan pengorbanan pula, Beliau telah berhasil menancapkan sendi-sendi iman dan tauhid di dada umatnya, kepada keluarga dan sahabatnya serta pengikut-pengikutnya yang telah melanjutkan tongkat estafet dan komando kepemimpinan, sambung menyambung, sehingga hasilnya bisa kita nikmati yaitu nikmat iman dan nikmat islam sampai saat ini. Pada kesempatan hari yang mulia ini, Khatib membawa judul khutbah yakni “Puasaku Kali Ini, Taqwa atau Celaka??.

 Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Sudah kita pahami bersama bahwa Ramadhan menawarkan begitu banyak keutamaan dan kemuliaan. tetapi, ada peringatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam yang hendaknya kita renungkan baik-baik. Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ

Artinya: Dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar". (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 1680 - Kitab Puasa)

 Sudah berapa kali dalam hidup kita melewati Ramadhan demi Ramadhan dan apa yang kita dapatkan selama ini kalau usia kita 40 tahun berarti kita sudah menjalani puasa sebulan penuh, kira-kira 25 kali dalam 25 tahun terakhir sejak kita baligh. Perubahan apa yang kita dapatkan?

Ramadhan menawarkan momentum perubahan yang fundamental bagi pribadi seorang mukmin maupun kehidupan umat Islam secara keseluruhan. Peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah umat Islam terjadi di bulan Ramadhan. Perang Badar, Pembebesan Makkah (Fakhul Makkah), sebagian peristiwa pada Perang Tabuk, pembebasan Andalusia (Spanyol) oleh Tariq bin Ziyad dan sebagainya, termasuk Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terjadi di bulan Ramadhan.

Di bulan Ramadhan ini, orang beriman diharuskan meninggalkan makan dan minum, dan segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Diperintahkan kepada kita untuk menjaga mata, telinga, lisan, tangan, kaki, pikiran, dan hati kita dari segala kemaksiatan. Diperintahkan kita untuk memperbanyak ibadah Sunnah, di samping itu tetap memperbaiki ibadah-ibadah wajib. Kalau itu semua kita lakukan dengan benar tentu akan ada perubahan besar dalam hidup kita. Sebelum Ramadhan, kita belum sempurna mengerjakan shalat wajib, setelah Ramadhan di sempurnakan. Sebelum Ramadhan, malas shalat berjama’ah di Masjid, setelah Ramadhan harus sering ke Masjid. Sebelum Ramadhan, sering mencari-cari kesalahan orang lain, setelah Ramadhan sering muhassabah diri untuk lebih dekat kepada Allah. Sebelum Ramadhan, mencari nafkah dengan cara tidak jelas kehalalannya dan banyak syubhat di dalamnya, setelah Ramadhan mencari rezeki yang Halal lagi Thoyyib dan meninggalkan segala bentuk syubhat serta lebih jujur kepada diri sendiri dan kepada Allah. Sebelum Ramadhan, jarang bahkan sulit untuk bersedekah, setelah Ramadhan dia menjadi lebih peduli antar sesama. Itulah perubahan yang harus kita dapatkan dari tahun ke tahun di bulan Ramadhan agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Sesuai dengan Firman  Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183)

Untuk itu mari kita renungkan kembali apa sesungguhnya esensi Ramadhan itu bagi kehidupan kita? Perubahan apa yang seharusnya kita dapatkan setelah Ramadhan dari tahun ke tahun. Apakah hanya sekedar ritual biasa tahunan atau hanya sekedar ibadah menahan lapar dan haus saja. Untuk itu, mari kita renungkan kembali, apa itu Ramadhan yang sebenarnya.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Pertama: Ramadhan Bulan Ibadah. Ibadah sesungguhnya memiliki dimensi yang sangat luas mencakup segala perkara yang dicintai dan diridhoi oleh Allah, baik berupa perkataan ataupun perbuatan yang dzahir (nampak), ataupun yang bathin (tidak nampak). Tetapi di bulan Ramadhan ini kita diperintahkan mengkhususkan diri untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan ibadah kita kepada Allah. Shalat 5 (lima) waktu berjama’ah di masjid, ditambah dengan shalat sunnah Qabliyah dan Ba’diyah, bangun di tengah malam untuk Tahajjud, berdo’a, berdzikir, membaca al-Qur’an dan beri’tikaf di masjid terutama pada 10 (sepuluh) hari terakhir. Karena 11 (sebelas) bulan kemarin kita dibelit oleh kesibukan duniawi. Kini saatnya, kita raih untuk membersihkan jiwa kita yang selama ini terlantar. Bebaskan diri kita dari segala kesempitan dunia dan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Luas Rahmat-Nya. Mari kita sambut undangan Allah sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah mengunjungimmu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa, dan mengabulkan do’a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para Malaikat-Nya, maka tunjukanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini”. (HR. Ath-Thabrani)

Jika ini berhasil, ada bekas di bulan-bulan  lainnya. maka dari itu renungkanlah jika tidak ada perubahan baik itu Ramadhan tiba maupun Ramadhan itu telah pergi.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Kedua: Ramadhan Bulan Muhassabah (Instropeksi Diri). Kesibukan hidup seringkali membuat kita kehilangan kejernihan hati. Berbagai persoalan bertumpuk-tumpuk dan tidak menemukan jalan keluarnya. Banyak orang yang mencari alternatif ke arena-arena hiburan. Tapi apa yang mereka dapatkan? Apakah ketenangan atau justru menambah permasalahan? Mencari ketenangan di tempat arena hiburan justru tidak akan mendapatkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan bahkan bisa menambah permasalahan baru. Maka dari itu, dibulan Ramadhan ini nafsu ditundukan, jiwa akan menjadi lebih tenang, pikiran bisa focus, untuk itu ambillah moment ini untuk muhassabah minta kepada Allah disetiap shalat, disetiap do’a, setiap hembusan nafas, disetiap istighfar, disetiap meminta ampun kepada Allah. Tangisi diri ini yang sulit untuk menangis. Karena Allah lebih mencintai pelaku maksiat yang bertaubat dari pada ahli ibadah yang merasa dirinya suci.

Dalam kondisi ini, kita akan lebih jelas melihat persoalan hidup. Sebelas bulan kita cenderung lalai, kini saatnya bermuhassabah untuk menata kembali kehidupan kita. Rasulullah Bersabda: “Orang yang pandai adalah yang mengevaluasi dirinya dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. (HR. Imam Tirmizdi)

Jika point ini berhasil untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, maka dibulan lainnya tidak ada waktu untuk mengurus kehidupan oranglain, menceritakan aib oranglain. Karena apa, kita sudah memahami bahwa diakhirat nanti, kita tidak ditanya dan untuk mempertanggungjawabkan kesalahan-kesalahan oranglain, melainkan kesalahan kita sendiri. Jika dibulan lain tidak ada perubahan, maka khawatirlah apakah selama ini (sekian tahun) kita berpuasa, hanya sekedar agar di anggap mulia dipandangan manusia ataupun dipandangan Allah.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Ketiga: Ramadhan Bulan Taubat. Setiap manusia pasti mempunyai dosa dan kesalahan, dan sebaik-baik hamba yang berdosa adalah yang bertaubat kepada Allah. Tetapi, ketika dosa sudah bertumpuk-tumpuk, berurat dan berakar, bukan perkara mudah untuk bertaubat. Ibarat tanaman yang baru tumbuh, mudah untuk mencabutnya. Tetapi ketika ia sudah menjadi besar, tidak mudah untuk kita mencabutnya. Dibutuhkan energi ruhani yang luar biasa untuk berhenti  dari setiap kemaksiatan. Di bulan Ramadhan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu dan nafsu dikendalikan. Allah menawarkan ampunan bagi setiap hamba yang berdosa untuk kembali kepada-Nya.

Wahai orang-orang yang ingin bertaubat, bulan Ramadhan inilah moment yang Pas untuk meminta ampun kepada Allah. Karena apa, karena godaan-godaan syaitan golongan jin itu lebih sedikit dibandingkan dibulan lainnya. Maka dari itu, jika Ramadhan ini kita maksimalkan ibadah kita untuk memohon ampun kepada Allah, maka dibulan lainnya akan mudah untuk beribadah. Dan itulah tanda-tanda taubat kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dosa-dosa kita diampuni. Rasulullah Bersabda: “Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnahkan bagi kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya”. (HR. Imam an-Nasa’i dan Imam Ahmad)

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Keempat: Ramadhan Bulan al-Qur’an. Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an sebagaimana firman Allah:

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya: “Bulan Ramadhan bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara Haq dan Batil)” (QS. Al-Baqarah: 185)

Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang tidak boleh lepas dari kehidupan seseorang. Tanpa al-Qur’an menusia seperti berjalan di tengah malam gelap gulita tanpa cahaya. Mari kita jadikan diri kita pribadi qur’ani. Keluarga kita, keluarga qur’ani. Anak-anak kita genarasi qur’ani. Dan masyarakat kita, masyarakat qur’ani. Bebaskan diri dari buta huruf dan buta maka al-Qur’an dengan membacanya, memperbaiki bacaannya, menterjemahkannya, mempelajari tafsirnya, dan mentadabburinya (mengambil hikmah darinya).

Jika Ramadhan ini juga tidak bisa mendekatkan diri kepada al-Qur’an, maka khawatirlah mungkin selama ini mata sering digunakan untuk melihat yang tidak baik-baik sehingga mata tidak lagi nyaman untuk melihat al-Qur’an, dan tidak ada sentuhan lagi jika melihat orang yang membaca al-Qur’an, dan tidak ada terbesit dihati untuk belajar ataupun untuk bergabung. Maka dari itu, mari kita renungkan mengapa dari Ramadhan ke Ramadhan kita tidak bisa lebih mencintai al-Qur’an dan maksiat apa yang menghalangi kita.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Jika yang kita dengar adalah nasihat, maka jangan lihat siapa yang mengucapkan, tapi dengarkanlah apa yang dia ucapkan. Dan sudahkah kita mengerti dari sekian ribu shalat, sekian ribu puasa yang kita kerjakan, berapa persen yang kita pahami, jangan-jangan kita shalat, kita puasa namun tidak paham apa setelah itu, apakah menjadi lebih baik atau ada perubahan diri untuk lebih baik. Bagaimana shalat dan puasa ini diterima sedangkan kita tidak tahu apa sesudahnya.

Para ulama mengatakan “Sejelek-jelek kaum adalah yang mengenal Allah (rajin ibadah) hanya di bulan Ramadhan. Pesan Ka’ab bin Malik: “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan lantas terbetik dalam hatinya bahwa setelah lepas dari Ramadhan akan berbuat maksiat pada Rabbnya, maka sungguh puasanya itu tertolak (tidak ternilai apa-apa)”. Semoga Allah menjadikan Ramadhan kita di tahun ini bermakna dari yang sebelumnya. Semoga kita senantiasa mendapatkan barakah di bulan suci ini. Aamiin, yaa Samii’un Mujiib....

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ




Khutbah ke-2

 

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْا

عَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. 

فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا 

تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ 

عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ 

الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا 

الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ 

عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى

عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar