Serial Khutbah Jum'at ke-6: ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhanahu wa Ta'ala - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Serial Khutbah Jum'at ke-6: ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhanahu wa Ta'ala

Serial Khutbah Jum'at ke-6: ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhanahu wa Ta'ala

 Oleh: Usmul Hidayah


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ

 تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ كَمَا قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ

 وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ

 عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ

 وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

 

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Literasisambas.org - Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga, dan masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk memperbaiki diri dan lebih mencintai Agama ini dan berharap dicintai oleh-Nya. Banyak diantara kita yang diberi nikmat sempat dan sehat tetapi tidak sempat bahkan sibuk dengan urusan dunia sehingga ia menjadi hamba dunia dan ia termasuk orang-orang yang merugi. Jama’ah sekalian, Allah tidak akan mensia-siakan hamba-Nya untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Apabila hamba-Nya datang dengan membawa sebesar gunung dosa, dan jika ia bertaubat maka ampunan Allah sebesar dunia bahkan tidak terbatas. Bertaubatlah kepada-Nya secara lahir dan batin sehingga kita menjadi orang yang benar-benar berhak dan pantas untuk mendapatkan gelar orang yang beruntung dan masuk orang-orang yang dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada suri teladan ummat Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan perjuangan dan pengorbanan pula, Beliau telah berhasil menancapkan sendi-sendi iman dan tauhid di dada umatnya, juga kepada keluarga dan sahabatnya serta pengikut-pengikutnya sampai akhir zaman. Dan mereka yang akan melanjutkan tongkat estafet dan komando kepemimpinan, sambung menyambung sehingga hasilnya bisa kita nikmati yaitu nikmat iman, nikmat islam, nikmat damai sampai saat ini.

Adapun judul khutbah, pada hari yang mulia ini yakni “Orang Yang Dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala”.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Dalam al-Quran, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitahukan tentang siapa saja orang yang dicintai-Nya. Tentu saja ketika Allah mencintai seorang hamba, hamba tersebut dipastikan akan bahagia di dunia dan akhirat. Hamba tersebut akan mendapatkan apa yang terbaik untuknya menurut Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apa yang ia butuhkan, Allah akan memberikannya. Apa yang ia perlukan, Allah akan mencukupinya, do’anya selalu dikabulkan jika menurut Allah itu baik.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ

Artinya: “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (Ath-Thalaq: 3)

Maksud dari ayat di atas yaitu yang mencukupinya, Ar-Robi’ bin Khutsaim berkata: Dari segala sesuatu yang menyempitkan (menyusahkan) manusia. (Hadits Riwayat Bukhari bab Tawakal 11/311)

Ibnul Qayyim berkata: Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepadanya dan yang menyandarkan kepada-Nya, yaitu Dia yang memberi ketenangan dari ketakutan orang yang takut, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong dan barangsiapa yang berlindung kepada-Nya dan meminta pertolongan dari-Nya dan bertawakal kepada-Nya, maka Allah akan melindunginya, menjaganya, dan barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan membuatnya nyaman dan tenang dari sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan, dan Allah akan memberi kepadanya segala macam kebutuhan yang bermanfa’at. (Taisirul Azizil Hamidh, hal. 503)

Dari penjelasan tersebut, sungguh banyak sekali keutamaan seseorang yang di cintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Baik, mari kita telaah siapa saja yang akan Allah cintai. Dan, mari pula kita mengevaluasi diri, sudahkah kita termasuk orang-orang yang Allah cintai tersebut?

1.       Muttaqun

Orang pertama yang Allah cintai adalah golongan muttaqun alias orang-orang yang bertakwa. Allah Swt berfirman:

فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa”. (QS. Ali Imran: 76)

Kriteria atau ciri-ciri orang yang bertakwa kepada Allah sebutkan dalam al-Quran, hendaknya bisa kita ikhtiarkan jika kita ingin menjadi orang bertakwa. Namun, kalau mau jujur, sudahkah kita seperti orang-orang yang dijelaskan dalam al-Quran tersebut? Sudahkah kita menjadi orang bertakwa? Tanya dalam hati kita, selama ini shalatnya dimana, di rumah atau di masjid, shalatnya tepat waktu atau tidak, shalatnya bolong-bolong ataupun hanya seminggu sekali bahkan setahun sekali, ataupun rezeki yang selama ini didapatkan halal atau tidak, bahkan masih samar-samar. Mari kita renungkan perbuatan kita masing-masing dan beristighfar-lah, sesungguhnya Allah suka, senang bahkan tersenyum melihat, mendengar hambanya beristighfar.

2.       Shabirun

Selanjutnya, orang yang Allah cintai dalam al-Quran adalah orang-orang yang bersabar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Artinya: Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Q.S. Ali Imran: 146).

Berbicara tentang sabar, biasanya pemahaman kita tertuju pada musibah. Padahal, menurut para ulama, sabar itu bukan hanya saat sedang ditimpa musibah. Karena, sabar terbagi kepada tiga macam, yaitu (1) sabar dalam menjalankan keta’atan kepada Allah, (2) sabar dalam menjauhi maksiat, dan (3) sabar dalam menghadapi musibah.

Kalau begitu, ketika kita masih merasa malas beribadah, kita belum bersabar. Ketika kita masih menyia-nyiakan shalat, berarti kita belum bersabar. Saat kita enggan bersedekah, padahal sejatinya kita mampu, kita belum bersabar. Pada saat gerakan shalat, bagaimana dengan takbirnya, bacaannya, ruku’nya, sujudnya, jika dalam pelaksanaan shalat didalam hati kita masih memikirkan “aduh sinetron kesukaanku sudah main” lalu gerakan shalat dipercepat sehingga tidak tuma’ninah dan khusyu’, maka kita belum sabar, dan yang semisalnya.

3.       Muhsinun

Orang yang dicintai Allah selanjutnya adalah muhsinun, orang-orang yang senantiasa berbuat baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Q.S. Ali Imran: 134).

Sudahkah kita menjadi orang yang berbuat kebaikan secara konsisten meskipun sedikit? Jika boleh jujur, diri ini ternyata lebih bergelimang dosa daripada bergelimang kebaikan. Pantaskah kita dicintai Allah kalau begitu? Pastaskah kita dicintai Allah jika masih banyak membicarakan kejelekan orang lain, pastaskan kita dicintai Allah, jika tangan kita masih banyak berada di bawah ketimbang ke atas. Pantaskan kita dicintai Allah jika selalu berburuk sangka dengan saudara kita sendiri, pemerintahan kita sendiri, bahkan keluarga terdekat kita sendiri.

Mari kita renungkan, tugas kita adalah mengevaluasi dan meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perbaiki hubungan kita dengan Allah. Perbanyak shalat di Masjid, shalat malam, sedekah, infaq, dan tinggalkan mencari rezeki yang tidak halal. Jika hubungan kita sama Allah itu baik, maka Insya Allah, Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan makhluk.

4.       Muqshithun

Muqshithun artinya orang-orang yang adil. Dan, orang-orang yang adil ini merupakan salah satu orang yang dicntai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam al-Quran dijelaskan:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

Artinya: Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang adil.” (Q.S. al-Ma`idah: 42).

Sudah bisa adilkah kita? Adil dalam arti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Sepertinya kita belum bisa adil membagi waktu antara untuk diri, untuk keluarga, dan untuk Allah. Kita pun belum bisa adil membagi harta, antara untuk kebutuhan hidup (contohnya kita masih memikirkan gaya dan agar dipuji orang lain ketimbang keperluan untuk memperbaiki kualitas hidup), kita belum adil untuk fakir-miskin (contohnya kita enggan untuk berzakat, infaq dan shadaqoh). Selain itu, rasanya kita pun belum bisa berbuat adil terhadap sesama kita: aib orang diumbar-umbar, sedangkan aib kita dilupakan seakan kita tidak punya aib.

5.       Tawabun wa Muta-thahhirun

Orang yang dicintai Allah selain keempat golongan di atas adalah tawabun dan mutathahhirun atau orang-orang yang bertobat dan senantisa membersihkan diri dari dosa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang menyucikan diri.” (Q.S. al-Baqarah: 222).

Bertobat dan menyucikan diri salah satunya diwujudkan dengan istighfar (meminta ampunan Allah). Kalau yang ini saya kira kita bisa melakukannya. Beristigfar kepada Allah atas dosa yang dilakukan, kecuali pendengarannya telah Allah tulikan dengan seruan Allah meskipun rumahnya bersampingan dengan Masjid, penglihatannya Allah butakan dengan kebesaran-kebesaran Allah, meskipun matanya sehat, dan Allah keraskan hatinya dan selalu menolak peringatan-peringatan dari Allah. Oleh karena itu, beristigfarlah kepada Allah setiap hari, bertobatlah atas dosa-dosa kita, maka Allah akan mencintai kita, In syaa Allah.

 

Untuk penutup Khutbah, mari kita telaah dan renungkan Jika kita ingin mencintai Allah, maka tidak ada pilihan bagi kita untuk senantiasa menjaga hati agar tetap bersih. Oleh karena itu, mari menjaga hati dari segala sesuatu yang dapat melalaikan hati dengan senantiasa mengawasi dan membersihkan hati dari penyakit yang dapat membuatnya kotor. Hati yang bersih adalah hati yang senantiasa menyadari bahwa Allah itu benar adanya. Hari Kiamat adalah pasti akan datang, dan Allah pasti membangkitkan manusia dari kuburnya. Hati yang bersih adalah hati yang sehat. Sehatnya hati karena menta’ati perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga kita termasuk hamba yang memiliki hati yang bersih. Semoga kita dapat menjadi hamba yang memiliki kedudukan yang mulia dihadapan-Nya. Ya Rabbi, Ya Habibi, kami memohon kepada-Mu agar menuntun kami dapat senantiasa berada dalam jalan yang lurus, menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Mu Yang Maha Bijaksana, mengenal-Mu, dan mentauhidkan-Mu. Anugerahkanlah kepada kami cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan cinta untuk meningkatkan kualitas diri yang dapat mengantarkan kami kepada cinta-Mu. Aamiin….

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah ke-2

 

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ

 الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ

 قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ

 عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ

 الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا

 الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ

 عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى

عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar