News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Serial Khutbah Jum'at ke-3: SALAHKAH BERCITA-CITA MENJADI KAYA

Serial Khutbah Jum'at ke-3: SALAHKAH BERCITA-CITA MENJADI KAYA

 Oleh: Usmul Hidayah


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ 

وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ كَمَا قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ

 وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ 

كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ 

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

 

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Literasisambas.org Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhitung karena hanya dengan bersyukur, Allah akan menambahkan nikmatnya kepada kita. Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada anda semua agar senantiasa bertakwa kepada Allah Yang Maha Mangetahui segala rahasia. Bertakwalah kepada-Nya secara lahir dan batin. Karena takwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala adalah bekal terbaik di akhirat kelak.

Dan mari kita panjatkan salam dan hormat kita kepada manusia terbaik, yang telah disempurnakan jalur nasabnya, fisiknya, akhlaknya, ilmunya oleh Sang Pencipta. Dinobatkan menjadi Pemimpin anak Adam pada hari kiamat, penutup para nabi dan rasul, satu-satunya utusan Allah yang diutus untuk seluruh alam semesta. Manusia terbaik ini telah membawa hukum halal dan haram, Perintah dan Larangan sebagai panduan hidup maka sangat wajar sebagai pengikut yang setia untuk memberikan salam hormat kepada Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Adapun judul khutbah, pada hari yang mulia ini yakni Salahkah Bercita-cita Menjadi Kaya.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Siapa yang menolak jadi jutawan atau miliarder? Semua orang pasti ingin jadi orang kaya. Laki-laki ingin kaya, perempuan ingin kaya, orang kota pasti ingin kaya dan orang kampung pun ingin menjadi kaya. Kaya dalam arti, seseorang memiliki uang melimpah bisa membeli semua komoditas yang dibutuhkan. Mau baju bagus dan bermerk terkenal, ia bisa membelinya di toko ternama di kotanya. Ingin rumah mewah, ia bisa membeli rumah di kawasan elite yang cenderung dihuni oleh orang-orang dari lapisan atas. Bahkan jika ingin liburan, mereka bisa liburan ke luar negeri di negera manapun tanpa harus berpikir panjang.

Bagaimana dengan nasib orang miskin? Jangankan untuk membeli baju bagus atau rumah mewah, untuk membeli nasi bungkus saja mereka harus kerja seharian. Apa lagi untuk liburan ke luar negeri, di dalam negeri pun mereka masih berpikir berkali-kali. Jangankan memegang uang banyak, bisa jadi melihat uang yang banyak pun belum pernah ia melihatnya. Begitulah gambaran orang yang serba kekurangan yang ingin menjadi orang yang serba berkecukupan.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Tidaklah salah jika seseorang bercita-cita menjadi orang kaya. Yang salah adalah jika ada yang menyatakan bahwa kekayaan adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan. Akan tetapi sebenarnya, kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya. Ironisnya, jika Allah mengujinya dengan memberikan kesenangan-kesenangan, ia akan berkata bahwa, Allah telah memuliakannya, sedangkan jika Allah mengujinya dengan membatasi rezekinya maka ia berkata, “Allah telah menghinakannya”. Tipe orang semacam itu adalah orang yang mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.

Sebagaimana Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

اِنَّ الْاِنْسَانَ لِرَبِّهٖ لَكَنُوْدٌ ۚ وَاِنَّهٗ عَلٰى ذٰلِكَ لَشَهِيْدٌۚ وَاِنَّهٗ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيْدٌ ۗ

Artinya: “Sungguh, manusia itu sangat ingkar, (tidak bersyukur) kepada Tuhannya, dan sesungguhnya dia (manusia) menyaksikan (mengakui) keingkarannya, dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan”. (QS. Al-‘Adiyat: 6-8)

 

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Kekayaan juga dapat menyebabkan seseorang menjadi orang yang celaka. Dengan kekayaan ia menjadi sombong, serakah bahkan orang kaya tersebut merasa orang yang paling mulia. Mereka merasa orang-orang dari lapisan bawah tidak dapat diterima dalam lingkup pergaulannya, sebab level mereka berada jauh dibawahnya. Jika mereka beranggapan seperti ini, maka kekayaan yang Allah titipkan adalah bencana (fitnah) untuknya.

Sebagaimana yang telah Allah firmankan:

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۙوَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ࣖ

Artinya: "Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar". (QS. Al-Anfal: 28)

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا حَسَدَ إِلاّ في اثْنَتَيْنِ : رَجلٌ آتَاهُ الله مَالاً فَهُوَ يُنْفِقُ منهُ آنَاءَ اللّيْلِ و آنَاءَ النّهَارِ ، وَرَجُلٌ آتَاهُ الله القُرْآنَ فَهُوَ يَقُومُ بِهِ آنَاءَ اللّيْلِ وَ آنَاءَ النّهَار . متفق عليه

Artinya: Demikianlah harta dapat menjadi sebab seornag masuk syurga, namun juga bisa membuat seorang terbang terjerumus ke dalam neraka jahannam”. (Mutafaq ‘alaih)

 

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Jika kita memiliki kelebihan harta, maka pelajarilah akhlak Nabi Sulaiman. Beliau seorang kaya-raya, namun kemuliaannya sungguh luar biasa, akhlaknya lebih tinggi daripada kekayaannya. Kekayaan yang melimpah ruah dapat menyebabkan beliau mulia, sebab ia menggunakan hartanya di jalan Allah dan membelanjakannya untuk mencari keridhaan Allah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا 


وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗوَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: "Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari ridha Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". (QS. al-Baqarah: 265)

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Sekali lagi, Islam tidak melarang dan Islam juga mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang kaya. Akan tetapi yang sebenarnya, Islam mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang kaya yang sholeh. Dengan kekayaan tersebut membuat pemiliknya menjadi mulia baik di dunia maupun akhirat. Nabi Muhammad adalah seorang kaya-raya, demikian juga para sahabat. Selain kaya, mereka juga berprestasi, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Walaupun mereka kaya, tapi hidup mereka sederhana, intinya menjalankan kehidupan yang proporsional. Bukan saja kebahagiaan dunia yang didapat, melainkan akhirat pun tetap menjadi tujuan hidupnya.

Semua kekayaan yang ada di dunia ini adalah milik Allah. Dan, kita sebagai hamba-Nya harus dapat memanfaatkannya. Pertama, kita mendapatkannya dengan cara yang halal. Kemudian, membelanjakannya dengan cara yang halal juga, dengan cara zakat, infaq, sedekah dan lainnya. Dan yang selanjutnya, adanya harapan dari kita, bahwa semua yang telah kita lakukan mendapat ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Karena sesungguhnya harta yang sebenarnya adalah harta yang kita belanjakan di jalan Allah bukan harta yang kita miliki atau kita simpan.

Harta yang barakah akan membuat seseorang menjadi tenang, penuh dengan rasa syukur apa pun yang Allah berikan. Karena ia paham rezekinya telah ditentukan dan tidak akan tertukar dengan sesiapapun. Sebaliknya, jika kekayaan tidak barakah, maka pemiliknya tidak akan merasa puas, tidak tenteram dan yang lebih parah lagi, ia tergolong manusia yang sangat hina. Maka dari itu, semuanya kembali kepada pribadi masing-masing.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Mari kita fokuskan dengan cermat dari penutup khutbah jum’at yang mulia ini. Kekayaan yang bermanfaat di dunia dan akhirat adalah kekayaan yang barakah yang mempunyai ciri-ciri tertentu.

-       Pertama, kekayaan tersebut dapat menyebabkan pemiliknya qana’ah (puas dan merasa cukup). Pemiliknya tidak merasa tersiksa dan tidak merasa kekurangan. Ia akan menggunakannya untuk beramal.

-       Kedua, kekayaan yang membuat batin pemiliknya tenang. Harta melimpah tidak membuatnya bingung untuk mengelolanya dan tidak pula menyebabkan rasa was-was untuk kehilangan, sebab ia yakin bahwa semua yang dimilikinya adalah amanah dari Allah dan kapan pun bila Allah mengambilnya ia akan Ikhlas dan sabar.

-       Ketiga, pemiliknya menjadi lebih mulia daripada kekayaan yang dimiliki. Seperti halnya Nabi Sulaiman, beliau Nabi yang kaya, namun kekayaannya digunakan untuk ibadah dan kemasalahan umat. Beliau menganggap, harta bukanlah segalanya di dunia ini, namun hartanya dapat digunakannya untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dari ketiga point tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Artinya: Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Baca Juga: Serial Khutbah Jum'at ke-2: TIGA HIKMAH DI BALIK PANDEMI COVID-19 DI ERA NEW NORMAL


Khutbah ke-2

 

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ

 الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ 

قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ

 عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ

 الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا

 الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ

 عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى

عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar