News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

TUGAS "TERBERAT" SANG AYAH DALAM KELUARGA

TUGAS "TERBERAT" SANG AYAH DALAM KELUARGA

 Oleh: Usmul Hidayah

Literasisambas.org - Ayah adalah orang tua laki-laki seorang anak. Tergantung hubungannya dengan sang anak, seorang "ayah" dapat merupakan ayah kandung (ayah secara biologis) atau ayah angkat. Panggilan "ayah" juga dapat diberikan kepada seseorang yang secara de facto bertanggung jawab memelihara seorang anak meskipun antar keduanya tidak terdapat hubungan resmi. (wikipedia)

Meski tak mengandung, melahirkan, dan menyusui seperti Ibu, Ayah juga punya cinta tak berujung kepada anaknya. Beliau yang berusaha keras agar anaknya tercukupi segala kebutuhannya. Yang dalam lelahnya tetap tersenyum mendekap kesayangannya. Ia rela memangkas kesenangannya demi kebahagiaan sang buah hati. Ayah juga ikut terluka ketika melihat anaknya bersedih. Meski dalam diamnya, lelaki tangguh itu selalu mengawasi dan mendoakan kebaikan untuk anaknya.

Sosok seorang ayah memang tidak akan lengkap dan sempurna tanpa adanya peran seorang ibu. Peran seorang ibu memang terlihat sebagai peran yang paling kuat dan lebih berat daripada peran seorang ayah karena ibu yang berjuang melahirkan anak-anaknya. Tetapi sesungguhnya, keduanya tak bisa dipisahkan karena keduanya sama pentingnya dalam suatu keluarga. Kita tidak bisa membandingkan kedua peran tersebut karena tentu keduanya memiliki peran dan tugasnya sendiri.

Tapi faktanya ayah juga memiliki kewajiban yang sama, bukan hanya mencari nafkah. Banyak ayah yang menganggap kalau tugas sudah cukup dengan memberi nafkah. Padahal ada tugas yang lebih penting dan paling berat selain dari mencari nafkah yaitu mengajak dan membimbing istri dan anak-anaknya untuk masuk ke surga Allah dengan memenuhi segala kebutuhan rohani keluarga berupa keimanan dan amal saleh.

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا 


مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6)

Tafsir dari ayat di atas menurut An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi maksudnya, hai orang yang diberi karunia berupa keimanan oleh Allah, tunaikanlah tuntutan dan syarat keimanan.

-            Makna dari, “peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka,” yang memiliki ciri-ciri mengerikan. Menjaga diri dengan menunaikan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya serta bertaubat dari perbuatan yang membuat Allah murka dan mengundang azab serta menjaga keluarga dan anak-anak dengan cara mendidik, mengajarkan serta memaksa mereka untuk menunaikan perintah-perintah Allah. Seorang hamba tidak akan selamat hingga menunaikan perintah Allah terhadap dirinya sendiri dan orang-orang yang ada di bawah kekuasaannya seperti istri dan anak, serta yang lainnya yang berada di bawah kekuasaannya. Allah menyebutkan sifat-sifat neraka seperti itu agar hamba-hamba-Nya tidak menyepelekan perintah-perintahNya.

-            Makna dari sambungan ayat, “Yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” Ini semakna dengan Firman Allah, “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (Al-Anbiya: 98)

-            Sedangkan makna dari, “Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras,” maksudnya, watak mereka keras, gertakan mereka amat keras, suara mereka menakutkan apa pun yang mereka lihat, menyiksa penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan mereka melakukan perintah Allah yang mengaharuskan menyiksa penduduk neraka dengan sekeras-kerasnya.

-            Dan makna dari, “Yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Dalam ayat ini juga terdapat pujian bagi para malaikat mulia, kepatuhan mereka terhadap perintah, dan ketaatan mereka dalam segala sesuatu yang diperintahkan pada mereka.

 Itulah tugas terberat seorang ayah. Mengapa demikian, karena ayah adalah seorang pemimpin. Oleh kaena itu, ia harus bisa membimbing dan mengarahkan ahli keluarganya kepada Allah. Apakah istrinya sudah melaksanakan kewajibannya seperti shalat wajib 5 waktu, puasa ramadhan dan berhijab dengan sempurna. Apakah anaknya sudah diarahkan atau dididik dengan agama yang benar, sehingga ia mengetahui mana yang wajib, sunnah dan haram yang harus ia tinggalkan, dan banyak lagi. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala, befirman:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ

Artinya: “Laki-laki (suami) itu pemimpin bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya”. (QS. An-Nisa’: 34)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ

 رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ 

مَسْئُولٌ عَنْهُمْ

Artinya: "Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia bertanggung jawab dengan kepemimpinannya atas mereka, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia bertanggung jawab atas mereka". (Hadits Sunan Abu Dawud No. 2539)

Sudah dipastikan bahwa setiap ayah tentu sangat menyayangi dan mencintai istri dan anak-anaknya dan tidak akan tega membiarkan istri dan anak-anaknya tidak makan atau tidak berpakaian. Sang ayah juga tidak akan tega melihat keluarganya dalam kekurangan. Sang ayah pasti berusaha memenuhi setiap kebutuhan keluarganya. Namun, apakah dia tega jika istri dan anaknya dijadikan sebagai bahan bakar neraka atau berpakaian dengan pakaian dari api neraka? (silahkan dijawab di dalam hati masing-masing)

 

Wallahua’lam....

Baca Juga: KOREKSI: KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar