Serial Khutbah Jum'at ke-1: ARTI SUKSES MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Serial Khutbah Jum'at ke-1: ARTI SUKSES MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS

Serial Khutbah Jum'at ke-1: ARTI SUKSES MENURUT AL-QUR'AN DAN HADITS


 Oleh: Usmul Hidayah

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا

 أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ كَمَا قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ 

وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ 

عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ 

وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Literasisambas.org Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhitung, karena hanya dengan bersyukurlah Allah akan menambah nikmatnya kepada kita. Kemudian dari tempat ini khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk selalu memelihara dan meningkatkan taqwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dengan jalan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Shawalat dan salam, marilah kita berikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, seorang Nabi dan Rasul yang sempurna dan paripurna yang diutus oleh Allah di dalam kehidupan, dipanjangkan umurnya selama 63 tahun bukan tanpa sebab. Dihidupkan sebagai manusia sebagaimana kita selaku manusia bukan tanpa tujuan. Tetapi diutusnya Rasulullah di dalam kehidupan kita, untuk dijadikan contoh dan tidak perlu bagi kita untuk mencontohi yang lainnya selain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Karena sesungguhnya Saya dan Seluruh Jama’ah diperintahkan untuk mencintainya dan bukan hanya dijadikan kita Fasih untuk bershalawat kepadanya tetapi yang paling penting untuk mencintainya yakni Mengikuti segala Sunnah-sunnahnya yang telah dicontohkan disetiap inchi kehidupan. Semoga kita jujur dan tulus mencintai Rasulullah, karena pada hakikatnya tanpa ikhtiar dan praktik atau mengikuti sunnahnya adalah suatu kesia-siaan. Semoga kita termasuk orang yang selalu ditunggu oleh Rasululllah di Kelaga Kausarnya. Aamiin....

 Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Adapun judul khutbah pada hari yang mulia ini adalah “Arti Sukses Menurut al-Qur'an dan Hadits”.

Di dunia yang fana ini semua orang ingin sukses. Tidak ada orang yang ingin gagal. Hingga orang gila pun kadang merasa bahwa ia adalah orang yang paling sukses, sementara orang lain adalah orang yang gagal. Namun dari semua orang yang ingin sukses tersebut jarang sekali mereka sepakat dengan satu definisi tentang sukses. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa bila ia telah memiliki harta yang banyak maka ia adalah orang yang sukses. Yang lain berpendapat bila ia mampu menikahi seorang wanita cantik dan kaya raya maka ia telah sangat sukses. Yang lain lagi melihat bahwa ia baru akan sukses bila mampu meraih gelar dan jabatan yang tinggi dan lainnya.

Begitulah seterusnya masing-masing punya standar pribadi tentang hakekat kesuksesan. Standar itu sendiri bisa jadi berangkat dari latar belakang ilmu yang dimiliki, atau obsesi pribadi yang selalu dimotivasi orang tua ketika kecil, atau bisa juga pengaruh lingkungan yang melingkupinya, bahkan tidak jarang yang berasal dari trauma dan dendam masa lalu.

Bagi seorang muslim, kesuksesan atau keberhasilan memiliki standar yang sudah baku. Karena setiap muslim terkait erat dengan aqidah yang telah dianutnya. Dari aqidah tersebutlah, ia menentukan sebuah kesuksesan. Aqidah seorang muslim mengajarkan bahwa segala sesuatunya berada dalam kekuasaan dan ilmu Allah Subhanahu wa ta’ala. Oleh sebab itu, ketika ia mencari hakekat kesuksesan maka secara otomatis ia akan mengambil pengertian sukses dari konsep Allah Yang Maha Tahu. Dan konsep Alllah telah diturunkan-Nya kepada manusia melalui wahyu-Nya kepada para Nabi dan Rasul. 

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Kesuksesan yang hakiki tidak ada hubungannya dengan tingkatan rizki seseorang di dunia, seorang yang sukses bisa saja di dunianya fakir namun bisa juga seorang konglomerat. Para nabi yang diutus Allah Subhanahu wa ta’ala yang sudah dijamin sukses oleh Allah Subhanahu wa ta’ala juga memiliki tingkatan rizki yang berbeda-beda. Nabi Zakaria misalnya adalah seorang tukang kayu, Nabi Ayub adalah seorang yang lama menderita sakit, Nabi Sulaiman adalah seorang raja dengan singgasana agung, dan nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mewariskan harta sedikitpun kepada anak-anaknya.

Dengan demikian, maka hakekat sukses bagi setiap muslim adalah apa yang telah ditetapkan dalam nash-nash al-Qur’an dan al-Hadist. Diantara kriteria  kesuksesan menurut al-Qur’an dan al-Hadits adalah:

1.        Diselamatkan dari Api Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Artinya:  Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS. Ali Imran: 185)

2.        Orang yang selalu menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran (Amar Maruf Nahi Munkar)

Sebagaimana dalam QS. Ali Imran ayat 104 yaitu:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.

3.        Mentaati Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya:

يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Artinya: “Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung”. (QS. Al-Ahzab: 71)

4.        Orang yang bertaubat kemudian melakukan amal kebaikan

Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam QS. Al-Qaashash ayat 67 menjelaskan yaitu:

فَاَمَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ مِنَ الْمُفْلِحِيْنَ

Artinya: “Maka adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung”. 

5.        Tetap dalam Keislaman dan Mencari Rezeki yang Halal serta Qona’ah (HR. Muslim)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِيَ إِلَى الْإِسْلَامِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنَعَ بِهِ

Artinya: Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah berikan kepadanya”. (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 4128)

Rizki yang cukup bukan maknanya kaya raya, namun yang dimaksud adalah rizki yang halal, rizki yang cukup untuk menegakkan tulang ini mengarungi hidup menunaikan ibadah kepada Allah ta’ala, dan  rizki yang menjadikan seorang tidak meminta-minta, tidak mengharap belas kasihan manusia.

Untuk meraihnya tentulah seorang mukmin harus berupaya menempuh sebab-sebab yang bermanfaat, memilih jalan-jalan rizki yang halal dengan selalu memohon kepada Allah bantuan dan kemudahan. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memohon kepada Allah:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى الصُّبْحَ حِينَ يُسَلِّمُ اللَّهُمَّ إِنِّي 

أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلً

Artinya: "Dari Ummu Salamah berkata, "Ketika salam dalam shalat subuh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima". (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 915)

Sedangkan Qana’ah adalah bersyukur dan ridho dengan rizki yang Allah berikan. Qana’ah mengantarkan seorang mukmin tenang dan tentram hatinya. Qana’ah menuntun seorang mukmin merasa cukup dengan yang halal meskipun sedikit. Qanaah mendorong seorang mukmin membenci yang haram meskipun banyak lagi menggiurkan.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Dari uraian di atas, kita mendapatkan satu penjelasan yang sangat jelas bahwa di dalam Islam, arti kesuksesan bukanlah berkenaan dengan materi. Islam tidak pernah membeda-bedakan yang kaya dengan yang miskin. Alah juga tidak pernah melihat dari keluarga mana kita berasal dan seberapa kaya diri kita. Yang akan dijadikan tolok ukur dalam sukses menurut Islam adalah amal ibadah yang kita lakukan. Meski secara sekilas terdengar mudah, namun dalam kenyataannya sulit untuk dilakukan. Seringkali kita sebagai manusia hanya disibukkan dengan berbagai urusan dunia tanpa memikirkan urusan akhirat.

Padahal, jika kita mengerti, sebenarnya segala yang akan kita tuai nanti di akhirat bermuara pada apa yang kita lakukan di dunia. Apa yang akan kita dapatkan nanti setelah mati adalah buah dari apa yang telah kita perbuat selama hidup. Jika Anda setuju dengan konsep ini maka mulai hari ini mari kita berusaha sebaik mungkin untuk memperbanyak amal ibadah kita.

Mari kita jadikan apa yang ada dalam diri kita saat ini, sebagai anak tangga untuk menuju akhir yang abadi kelak di akhirat. Selama kita masih diberikan nafas, maka belum terlambat untuk memperbaiki semuanya. Selama kita masih hidup, maka masih ada kesempatan bagi kita untuk menata dan mengkonsep ulang arti kesuksesan.

Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah

Inilah diantara standar sukses bagi setiap muslim sebagaimana yang telah digariskan Allah dan Rasul-Nya. Oleh karenanya, apapun profesi maupun jabatan kita di dunia ini tidak menghalangi kita untuk meraih kesuksesan sesuai dengan kriteria yang Allah dan rasul-Nya tetapkan. Karena jika kita hanya menganggap kesuksesan sesuai dengan hawa nafsu kita, maka sudah dapat dipastikan kesuksesan tersebut tidak akan bertahan lama dan bahkan menjadi malapetaka bagi kita di dunia bahkan mengundang azab Allah di akhirat nanti.


بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ


وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ


وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 




Khutbah ke-2

أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ 

الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ 

قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ 

عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ 

مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا 

الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ 

عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى

عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ, يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar