RENUNGKANLAH: APAKAH TIDAK CUKUP KEMATIAN ITU SEBAGAI "NASIHAT"? - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

RENUNGKANLAH: APAKAH TIDAK CUKUP KEMATIAN ITU SEBAGAI "NASIHAT"?

RENUNGKANLAH: APAKAH TIDAK CUKUP KEMATIAN ITU SEBAGAI "NASIHAT"?

 Oleh: Mili Ariani

Literasisambas.org - Teruntuk aku, kamu dan kita semua. Cobalah sesekali merenung sembari mengingat hal-hal apa saja yang kita lakukan kemarin hingga hari ini. Apakah kita yang selalu sibuk dengan perihal dunia dan saking sibuknya, apakah kita melalaikan kewajiban yang seharusnya ditunaikan?. Apakah kita selalu lupa bahwa ada hal yang sedang menanti kita, yaitu kematian?. Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman di dalam al-Qur’an, bahwa setiap yang bernyawa akan mati?

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۗوَاِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami”. (QS. Al-Anbiya’: 35)

Ayat di atas mengingatkan kita, agar jangan terlena dengan dunia yang fana ini. Jangan tergiur dengan kenikmatan-kenikmatan yang dapat melupakan tempat asal kita. Jangan terkesima dengan keindahan-keindahan dunia yang dapat melalaikan kita untuk menyiapkan bekal ke kampung halaman (akhirat).  Jangan berbangga diri sehingga kita lupa diri untuk apa kita diciptakan di dunia ini.

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”. (QS. Az-Zariyat: 56)

Di sisa umur yang sekarang, apa yang sedang kita lakukan? Sudahkah kita mengerjakan kewajiban kita sebagai hamba Allah? Sudahkan melaksanakan apa yang Allah dan Rasul cintai? Atau kita hanya sekedar menyia-nyiakannya kesempatan hidup (waktu) yang telah Allah berikan. Jika demikian, sungguh kita termasuk manusia yang merugi. Sebagaimana di dalam al-Qur’an, Allah telah bersumpah kepada waktu. Itu menandakan, Allah tidak main-main apa yang telah Dia kehendaki.

Allah berfirman:

وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 

Artinya: “Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Surah ini mengajak kita senantiasa saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Kalau kita memahami ayat ini, ayat ini merupakan ringkasan seluruh isi al-Quran, dengan surat ini kita harus menghargai waktu, mengatur hari-hari kita, tidur awal, bangun awal, shalat pada waktunya, jangan buang waktu-waktu kita, dan aktivitas lainnya yang membuat waktu kita menjadi sia-sia, tanpa memperhatikan amalan-amalan yang harus disiapkan. Teringat dengan nasihat Hafshoh binti Sirin, beliau berkata: “Wahai para pemuda beramallah, karena beramal itu pada waktu muda”.

Dari nasihat tersebut, beliau mengajak kita agar memanfaatkan usia yang masih muda, energik dan prima untuk beribadah dan beramal. Selagi masih muda, manfaatkan sebaik mungkin waktu tersebut. Menghabiskan umur untuk hal-hal yang baik agar bermanfaat bagi diri kita di dunia maupun di akhirat, bahkan bermanfaat bagi orang lain. Bukan malah menjadi manusia yang terlalu menikmati dunia yang fana ini, sehingga lupa dengan kehidupan yang sebenarnya.

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. (QS. Al-Ankabut: 64)

Dan sebagaimana Rasulullah mengingatkan kita untuk memanfaatkan masa muda untuk beramal sholih, Beliau bersabda:

عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ 

حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ 

وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

Artinya: Dari Ibnu Mas'ud dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam beliau bersabda: "Kaki Anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya". (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 2340)

Dari dua dalil tersebut, agama yang haq ini telah mengingatkan kita agar tidak menyepelekan hal yang sudah pasti, yakni kematian. Cukup bagi kita, kematian sebagai nasihat.  Nasihat yang bisa mengingatkan kita dengan tempat tinggal yang sebenarnya. Manusia hanya dianjurkan untuk sering mengingat mati agar kehidupannya lebih terarah dan diisi dengan banyak melakukan amal saleh sebagai bekal menuju alam akhirat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah berpesan, “Perbanyaklah kalian dalam mengingat penghancur segala kelezatan dunia, yaitu kematian.” (HR. At-Tirmidzi).

Perihal kematian tak seorang pun yang mengetahui kapan hal tersebut akan datang. Namun, kematian pasti akan menghampiri kita semua. Apalagi dengan berdalih bahwa diri masih muda, badan masih sehat, karena syarat mati tidak harus tua, dan tidak mesti sakit. Jangan lupakan ajal yang bisa datang kapan saja, miris apabila kita selalu ingat dunia, padahal dunia akan melupakan kita. Antara kita dan kematian hanya dipisahkan waktu yang singkat saja, maka bersegeralah. Jangan menunggu waktu yang tepat untuk berubah, karena sesungguhnya kematian tidak mengenal itu. Kematian tidak peduli bagaimana kondisi kita saat itu, apakah punya banyak amal sholih? atau punya banyak dosa?. Namun, jika kita merasa belum memiliki apa-apa untuk bekal ke akhirat, mengapa kita tidak memulai dari sekarang untuk memperolehnya?

 

Wallahua’lam....

Baca Juga: TAUBAT DAN HIJRAH

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar