News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

PENGERTIAN NAMA "USMUL" DAN BAGAIMANA ISLAM MENANGGAPINYA

PENGERTIAN NAMA "USMUL" DAN BAGAIMANA ISLAM MENANGGAPINYA

 Oleh: Usmul Hidayah


PENGERTIAN, SIFAT, DAN KARAKTER NAMA "USMUL"

1.        Sifat dan Karakter Nama Usmul

Literasisambas.org Usmul, Orang-orang berbakat dan unik ini adalah seniman dan penulis yang hebat. Tapi ia sangat ceroboh dan dikenal acak-acakan sehingga cukup susah untuk tinggal bersamanya. Banyak di antara mereka memiliki beberapa hubungan dalam hidup, bukannya menikahi satu orang saja.

Nama "Usmul" memang tidak mencerminkan kualitas pribadinya, namun memiliki nama yang bagus akan membantu seseorang menjadi lebih percaya diri, dan lebih bersemangat untuk menjadi pribadi yang positif, serta selalu berusaha agar hidupnya dapat bermanfaat untuk banyak orang.

 

2.        Kepribadian nama Usmul dalam Numerologi

Nama "Usmul" mempunyai jumlah angka:

U = 21

S = 19

M = 13

U = 21

L = 12

Jumlah angka untuk nama "Usmul" adalah 86

 

Menurut studi numerologi, nama "Usmul" mempunyai kepribadian ekspansif, visioner, petualang, menggunakan kebebasan dengan cara konstruktif.

Sekali lagi kepribadian di atas adalah hasil studi “COCOKLOGI”, yang pastinya bukanlah penentu kepribadian sebenarnya. Ada banyak hal lain yang menentukan sifat dan kepribadian seseorang.


Info: Jika ada ketidaksesuaian antara nama dan perilaku dalam kepribadian di atas, tentu itu adalah hal yang wajar. Sifat dan karakter di atas kemungkinan adalah menurut studi ahli kepribadian, bisa jadi benar atau salah. Sumber di atas diambil dari: namamia.com.


APAKAH BENAR NAMA ADALAH SEBUAH DO’A?

Setiap anak yang lahir di dunia pasti akan diberi nama. Orang tua berharap nama tersebut sesuai dengan kepribadiannya kelak dan akan tumbuh menjadi seseorang yang berguna dan sukses dunia akhirat. Maka tak heran apabila orang tua selalu memilih dan memberikan nama yang terbaik untuk anaknya. Banyak orang tua yang beragama Islam atau lebih dikenal dengan sebutan Muslim, memilih dan memberi nama anaknya menggunakan nama tokoh-tokoh Islam dan nama-nama yang berasal dari al-Quran. Hal ini dimaksudkan agar kelak anaknya tumbuh dan berkembang memiliki kepribadian baik, sesuai dengan ajaran agama Islam ataupun tokoh Islam. Selain akan digunakan seumur hidup, nama juga merupakan cerminan doa dan harapan dari orang tua untuk anaknya. Maka dari itu, berilah nama yang baik Seperti yang diriwayatkan dengan sanad hasan dari Abi Darda’, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya pada hari kiamat nanti kalian akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak-bapak kalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang baik untuk kalian. (HR. Abu Daud)

Ibnul Qayyim menjelaskan pentingnya nama, beliau berkata,

ﺇﻥ ﻟﺘﺴﻤﻴﺔ ﻟﻤﺎ ﻛﺎﻧﺖ ﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﻟﺸﻲ ﻟﻤﺴﻤﻰ ﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺟﺪ ﻫﻮ ﻣﺠﻬﻮ ﺍﻻﺳﻢ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻣﺎ ﻳﻘﻊ ﺗﻌﺮﻳﻔﻪ ﺑﻪ

Sesungguhnya pemberian nama pada hakikatnya berfungsi untuk menunjukkan definisi/identitas penyandang nama (yang diberi nama), karena jika ia didapati tanpa diketahui (tanpa nama), maka ia tidak bisa dikenali”. (Tuhfatul Maudud hal. 61, Dar Kutub Al-‘Ilmiyyah)

Selain, memberikan nama yang baik, selaku orang tua harus memiliki sifat atau kepribadian yang baik. Baik bagi seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga. Tugas suami tidak hanya cari nafkah, tetapi memberikan rasa nyaman, aman dan sumber ilmu bagi Istri. Karena memberi nama yang baik saja sesuai dengan Islam itu belum cukup untuk membentuk kepribadiannya yang sholeh atau sholehah. Dalam hal ini, tidak terlepas dari seorang ibu.

Ibu adalah orang terdekat pertama bagi anak. Seorang anak sudah memiliki keterikatan secara fisik dan psikis dengan ibunya sejak dalam kandungan serta dalam aktifitas kesehariannya di rumah. Pada dasarnya ibu adalah Madrasah pertama bagi anak -anaknya  "Al -Ummu Madrasah Al -ula". Dimana ibulah sebagai sosok pertama yang akan menanamkan norma -norma kebaikan sekaligus menjadi teladan dalam bersikap.

Dalam Islam, seorang laki-laki diperintahkan untuk mencari seorang istri yang baik agamanya. Hal ini menunjukan bahwa, istri adalah sosok yang memiliki peran penting dalam keluarga dan juga merupakan pondasi pendidikan anak dalam keluarga, tangan lembutnya serta kasih sayangnya tak hanya mampu merawat dan membesarkan, namun mampu menghantarkan buah hati terkasih ke gerbang kesuksesan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَرْأَةَ تُنْكَحُ عَلَى دِينِهَا وَمَالِهَا وَجَمَالِهَا فَعَلَيْكَ

 بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

 Artinya: “Dari Jabir bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang wanita dinikahi karena agamanya, hartanya dan kecantikannya. Tetapi, utamakanlah agamanya, niscaya kamu akan beruntung". (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 1006)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ 

الصَّالِحَةُ

Artinya: Dari Abdullah bin 'Amru bahwasannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (Hadits Shahih Muslim No. 2668)

 

BAGAIMANA MENANGGAPI HAL TERSEBUT DI ATAS?

(Sifat dan Karakter sebuah Nama)

Untuk menanggapi hal tersebut, maka kita perlu dalil agar informasi yang kita sajikan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Perlu diketahui bersama, bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat seorang hamba, selain dari amal sholeh atau ketaqwaannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ 

إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Artinya: “Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian”. (HR. Muslim no. 2564).

Di mata Allah subhanahu wa ta’ala tidak membedakan antara orang yang kaya dengan orang yang belum kaya, orang ganteng dengan orang yang tidak ganteng, orang yang cantik dan orang yang tidak cantik. Di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala, Allah juga tidak membedakan antara kulit putih dan kulit hitam, apa lagi hanya sebuah nama. Agama hanya menyuruh, apabila ada seorang anak diberi nama, (mohon maaf) yang artinya jelek, maka Rasulullah memerintahkan mengganti nama tersebut dengan nama yang baik.

Sebagaimana sabda Beliau:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ ابْنَةً لِعُمَرَ كَانَتْ يُقَالُ لَهَا عَاصِيَةُ فَسَمَّاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمِيلَةَ

Artinya: “Dari Ibnu 'Umar bahwa "Dulu anak perempuan 'Umar bernama 'Ashiyah (Durhaka). Maka kemudian diganti oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan nama 'Jamilah' (Cantik)". (Hadits Shahih Muslim No. 3988)

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak menyebutkan bahwa nama adalah faktor kepribadian seseorang baik/sholeh/sholehah atau faktor kesuksesan seseorang, melainkan kontribusi seseorang kepada orang lain. Sebagaimana Beliau bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Kalau kita merujuk sumber lain, buku Millionaire Mind yang ditulis oleh Thomas J. Stanley, Ph.D,. Pernah melakukan riset tentang 100 faktor yang menentukan kesuksesan seseorang. Riset dilakukan di Amerika dengan total 1001 responden, dimana 733 responden adalah miliuner.

Lalu, apa saja yang menjadi faktor utama penentu kesuksesan? Dan Ternyata kesemuannya adalah Soft Skill, diantaranya adalah:

1). Kejujuran (Being honest with all people),

2). Disiplin Keras (Being well-disciplined),

3). Mudah Bergaul (Getting along with people),

4). Dukungan Pendamping (Having a supportive spouse),

5). Kerja Keras (Working harder than most people),

6). Kecintaan pada yang Dikerjakan (Loving my career/business),

7). Kepemimpinan (Having strong leadership qualities),

8). Kepribadian Pantang Menyerah (Having a very competitive spirit/personality),

9). Hidup Teratur (Being very well-organized), dan

10). Kemampuan Menjual Ide (Having an ability to sell my ideas/products).

 

Dari penjelasan di atas, tidak ada satupun sumber yang menyebutkan nama yang baik, nama yang indah, nama yang panjang, atau nama modern menjadi faktor utama kesuksesan seseorang atau memiliki kepribadian yang sholeh/sholehah. Perlu diketahui bahwa  hukum asal dari sebuah nama adalah mubah dan boleh. Tapi, syari’at Islam memberikan cara memberikan nama kepada seorang muslim. Agama memerintahkan kepada hamba-Nya untu memberi nama yang baik atau memberi nama dengan nama Islam. Salah satu sumber dari banyak sumber lainnya, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ

Artinya: “Dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Nama-nama yang paling disukai Allah 'azza wajalla adalah Abdullah dan Abdurrahman". (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 2759 )

 

Semoga bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam....

Baca Juga: PACARAN ADALAH KEBAHAGIAAN, BENARKAH?


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar