News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

MENGGETARKAN! PIDATO UMAR BIN KHATTAB KEPADA PEMIMPIN

MENGGETARKAN! PIDATO UMAR BIN KHATTAB KEPADA PEMIMPIN

Oleh: Usmul Hidayah

Literasisambas.org Umar bin Khattab lahir pada tahun 581 masehi di Kota Mekkah dari suku Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy, suku terbesar di Kota Mekkah saat itu. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail Al Shimh Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Umar bin Khattab lahir dari keluarga bangsawan, ia pandai membaca dan menulis, yang pada saat itu merupakan sesuatu yang langka. Ia memiliki fisik yang tinggi besar dan memiliki karakter keras dan tegas, sehingga disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah. Ia juga dikenal sebagai seorang pemberani dan sering menyelesaikan peperangan yang terjadi di zaman Jahiliyah.

Setelah Umar bin Khattab memutuskan untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad, orang Quraisy tak berani untuk mengusiknya apalagi menyakitinya. Sampai-sampai mereka pun menjadi ragu saat ingin mengganggu umat Islam sebagaimana yang sering mereka lakukan sebelum Umar bin Khattab memeluk Islam. Menurut riwayat, Umar bin Khattab masuk Islam setelah masuk Islamnya 40 laki-laki dan 11 perempuan atau orang ke-52 yang masuk Islam. Namun ada juga yang berpendapat Umar bin Khattab adalah orang ke-40 masuk Islam.

Umur bin Khattab memiliki karakter yang tegas, pemberani, adil, bijaksana, bertanggungjawab dan juga sederhana dan sifat yang mulia lainnya. Umar bin Khattab juga dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Nabi Muhammad dan ajaran Islam. Bahkan ia tanpa ragu menentang kawan-kawan lamanya yang dulu bersama-sama ikut menyiksa para pengikut Nabi Muhammad.

Saking kerasnya terhadap orang-orang yang memusuhi Islam, setan pun ikut ketakutan jika harus berhadapan atau bertemu dengan Umar bin Khattab. Sebagaimana Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam pernah bersabda yang di riwayatkan dari Aisyah:

قَالَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَى شَيَاطِينِ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ قَدْ فَرُّوا مِنْ عُمَرَ

Artinya: “Aisyah berkata; maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku telah melihat syetan dari jenis jin dan manusia telah lari dari Umar”. (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 3624)

Umar bin Khattab juga digolongkan sebagai salah satu Khulafaur Rasyidin. Umar bin Khattab merupakan salah satu sahabat utama Nabi Muhammad dan juga merupakan ayah dari Hafshah, istri Nabi Muhammad. Umar bin Khattab memiliki julukan yang diberikan oleh Nabi Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Umar bin Khattab bin Khattab menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar ash Siddiq wafat pada 21 Jumadil akhir tahun ke-13 hijrah atau 22 Agustus 634 Masehi. Umar bin Khattab bin Khattab diangkat menjadi khalifah ke-2 setelah Abu Bakar ash Siddiq pada tahun 634 sampai 644 masehi, sekitar 10 tahun kepemimpinannya. Pada masa kepemimpinannya, kekhalifahan menjadi salah satu kekuatan besar baru di wilayah Timur Tengah. Selain menaklukan Kekaisaran Sasaniyah yang sudah melemah hanya dalam kurun waktu dua tahun. Umar bin Khattab juga berhasil mengambil alih kepemimpinan dua pertiga wilayah Kekaisaran Romawi Timur. Perluasan wilayah ini juga diikuti berbagai pembaharuan. Dalam bidang pemerintahan dan politik, departemen khusus dibentuk sebagai tempat masyarakat dapat mengadu mengenai para pejabat dan negara.

Pada bidang pemerintahan, Umar bin Khattab dikenal pemimpin yang sangat adil, bijaksana dalam menyelesaikan masalah. Umar bin Khattab juga memiliki sifat yang tegas dan takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala akan kepemimpinannya. Dalam pidatonya, Umar bin Khattab meminta masyarakat Mekah tak ragu untuk menegurnya dalam beberapa hal kalau dia salah. Berikut ini isi pidato Umar bin Khattab ketika selesai berhaji di hadapan rakyatnya, seperti dikutip dari Film Omar pada episode petama, sebagai berikut:

"Tugas penguasa yang paling penting terhadap rakyatnya adalah mendahulukan kewajiban terhadap Allah, seperti yang dijelaskan di dalam agama sebagai petunjuk-Nya. Tugas kami untuk meminta kalian, memenuhi apa yang Allah perintahkan kepadamu sebagai hamba-Nya yang taat, serta menjauhkan kalian dari perbuatan maksiat terhadap Allah. Kami juga harus menerapkan perintah-perintah Allah dimana mereka diperlakukan sama untuk setiap orang, dalam keadilan yang nyata.

Dengan begitu, kita memberikan kesempatan kepada orang bodoh untuk belajar, yang lengah untuk diperhatikan dan seseorang yang sedang mencari contoh untuk diikuti. Untuk menjadi orang beriman yang sejadi, tidak didapatkan dengan mimpi, tetapi dengan perbuatan yang nyata. Makin besar amal perbuatan seseorang, makin besar pula balasan dari Allah, dan jihad adalah puncaknya amal kebaikan.

Dan barangsiapa yang ikut berjihad dan meninggalkan perbuatan dosa dan ikhlas terhadapnya. Sebagian orang menyatakan telah ikut berjihad, tetapi jihad di jalan Allah yang sesungguhnya adalah menjauhkan diri dari dosa. Tidak ada yang disayangi Allah Yang Maha Perkasa, dan bermanfaat bagi manusia daripada kebaikan pemimpin berdasarkan pemahan yang benar dan berwawasan yang luas. Tidak ada yang paling dibenci Allah selain ketidaktahuan dan kebodohan pemimpin.

Demi Allah, aku tidak menunjuk gubernur dan pejabat di daerah kalian, sehingga mereka bisa memukulmu atau mengambil hartamu, aku mengirim mereka untuk membimbing kalian dalam agama kalian dan mengajarkan Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Barangsiapa yang diperlakukan tidak adil, segera laporkan padaku. Demi Allah yang nyawaku di tangan-Nya, aku akan menegakkan keadilan terhadap kedzaliman mereka. Dan jika aku gagal, aku termasuk orang-orang yang tidak adil.

Lebih baik bagiku mengganti gubernur tiap hari daripada membiarkan orang dzalim sebagai pejabat dalam sejam. Mengganti gubernur lebih mudah daripada merubah rakyat. Gubernur yang baik apabila semuanya yang dibutuhkan rakyat disiapkan dengan baik. Maka barangsiapa yang mengurusi urusan orang Muslim bertakwalah kepada Allah dengan memperlakukan rakyatnya.

Kepada semua pejabat, jangan memukuli orang untuk menghinakan mereka, jangan meniadakan hak mereka, dan tidak mengurus mereka, dan jangan menyusahkan mereka sehingga mereka terasa berat. Wahai manusia, jika kamu telah menyelesaikan ritual haji. Setiap orang dari daerah yang berbeda berkumpul denganku, baik gubernur dan pejabat sehingga aku bisa melihat situasi mereka. Aku akan mendengarkan keluhan mereka dan memberikan keputusanku. Memastikan yang lemah diberikan haknya, dan keadilan ditegakkan semua".

Pidato Umar bin Khattab mengingatkan seorang pemimpin untuk tetap memiliki sikap rendah hati dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ia sendiri bahkan menganggap bahwa jabatan ialah ujian. Semoga kita semua bisa mengambil ibrah atau pembelajaran dari isi pidato tersebut, terlebih lagi bagi seorang pemimpin, baik pemimpin desa, kecamatan, kabupaten, provinsi bahkan pemimpin negara.

Sesungguhnya tugas kita adalah untuk saling mengingatkan satu sama lain, sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ

Artinya: Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Allah juga befirman di surah yang lain:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

Artinya: “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah”. (QS. Ali Imran: 110)

 

Wallahua’lam....


Baca Juga: 6 Akhlak Penuntut Ilmu Terhadap Guru dalam Islam 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar