News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

APAKAH DOSAKU YANG LALU DAPAT TERAMPUNI DENGAN BERTAUBAT?

APAKAH DOSAKU YANG LALU DAPAT TERAMPUNI DENGAN BERTAUBAT?

 Oleh: Saipudin


Literasisambas.org Ketika ada anak ingin menyeberang di jalan raya dan saat itu ada mobil melintas maka dengan spontan Sang ibu berlari dengan semampunya, berteriak memanggil sambil menghampiri tanpa menghiraukan dirinya meskipun anak tersebut sudah di tengah jalan. Mengapa ibu mau melakukan seperti itu? Jawabannya sederhana, karena saking sayangnya ibu terhadap anaknya.

Seorang hamba harus mengenal Tuhannya. Harus mengenal Allah, agar ia cinta kepada Allah dan Allah cinta kepadanya. Perlu diketahui dari salah satu sifat Allah bahwa Allah sangat sayang kepada hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Artinya: Sungguh, kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang perempuan itu terhadap anaknya”. (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5540)

Kalau kita cermati dari cerita singkat di atas, bahwa sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala lebih penyayang terhadap hambanya dibandingkan ibu tersebut terhadap anaknya. Di dalam al-Qur’an, Allah banyak menyebutkan bahwa Allah Maha Rahman dan Rahim.

Firman Allah:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”. (QS. Al-Fatihah: 1)

Bukankah saat kita mau membaca al-Qur’an atau lainnya kita selalu membaca basmallah? Sebagai hamba yang beriman, sungguh tiada keraguan sedikitpun bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang Agung.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

فَقَالَ لَقَدْ سَأَلَ اللَّهَ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ

Artinya: “Maka beliau bersabda: "Ia telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang Agung, yang jika ia meminta sesutu dengan menyebutnya pasti akan di beri, dan jika berdo'a dengannya pasti akan di kabulkan". (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 3848(

Wallahi para pembaca yang di rahmati Allah subhanahu wa ta’ala. Rahmat Allah itu sangat luas, kasih sayang Allah sangat luas, ketika anda melakukan dosa lalu ingin bertaubat maka yakinlah kepada Dzat yang rahmatnya mencakup seluruh hal, maka jangan pernah putus asa dari minta rahmat Allah. Apapun dosa yang kita lakukan, apapun dosa yang kita pebuat, tadahkan tangan kita, segera bertaubat dan hadapkan muka kita dengan penuh penyesalan kepada Dzat yang tidak pernah memilih kasih.

Saking pengasihnya Allah bahkan terhadap orang-orang musyrik yang mengsyirikkan Allah, yang durhaka kepada Allah, bahkan ada yang menghina Allah, dengan sifat Rahman-nya, Allah masih memberikan rezeki, kemudahan dan masih memberikan kesempatan terhadap orang-orang musyrik tersebut. Apa lagi kita sebagai hambanya, yang mengakui bahwa Dia adalah Tuhan yang layak disembah tiada sekutunya bagi-Nya dan Nabi Muhammad shalllallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba-Nya dan  Rasul-Nya, dan jika kita berbuat dosa, dan dosa itu bukan menyekutukan Allah maka mustahil bagi Allah tidak mengampuni kita kecuali Dia berkehendak.

Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى

اِثْمًا عَظِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. An-Nisa’: 48)

Jadi, ayat yang menyebutkan bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik harus dipahami bahwa ampunan yang dimaksud adalah ampunan di akhirat apabila di dunia tidak sempat bertaubat dan meminta ampun kepada Allah atas dosa syiriknya tersebut. Sedangkan ampunan di dunia, sungguh sangat terbuka lebar untuk dosa apapun selagi dia mau meminta ampun dan bertaubat.

Dari dosa syirik, bukankah sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam banyak melakukan dosa syirik yakni menyembah berhala? Lalu mereka beriman dan mengakui Allah yang pantas disembah dan mengakui Nabi Muhammad hamba dan Rasul Allah kemudian mereka bertaubat kepada Allah. Dan Allah menjadikan generasi yangn merupakan generasi terbaik dari seluruh rangkaian sejarah umat manusia. Itulah bukti bahwa dosa syirik adalah dosa yang dapat diampuni dengan benar-benar bertaubat kepada Allah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ

 

جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At-Tahrim: 8)

Adapun syarat-syarat agar dosa terampuni adalah, sebagai berikut:

1.        Menyesali Dosa Tersabut

Firman Allah

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Artinya: “Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi”. (QS. Al-A’raf: 23)

 

2.        Segera Meninggalkan Dosa Tersebuat

Manusia tidak terlepas dari perbuatan dosa, terlebih seorang wanita yang kurang akal dan agamanya, akan tetapi sebaik-baik seorang hamba yang berbuat dosa adalah yang segera bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika terjerumus kedalamnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: Dari Anas Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Semua anak cucu Adam banyak salah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat”. (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 2423)


3.        Berusaha Tidak Mengulangi Dosa Tersebut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ ». متفق عليه

Artinya: Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda, Seorang yang beriman tidak terperosok di satu lubang yang sama dua kali. (Muttafaqun alaih)

Lafazh hadits ini dalam bentuk kabar berita, tetapi maknanya adalah larangan, maksudnya adalah orang yang beriman yang cerdik dan pandai, tidak boleh lengah sehingga masuk ke dalam suatu kesalahan dua kali dan dia tidak menyadarinya.

Sebagai pendukung bahwa Allah selalu menerima Hamba-Nya yang ingin bertaubat. Mari kita renungkan firman Allah subhanahu wa ta’ala, surah Az-Zumar ayat 53 kepada orang orang ingin kembali kepada Allah.

۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ

 

هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya: “Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Kata Allah, “Wahai hamba-hambaku”. Ayat ini diawali dengan memanggil hamba-Nya sebagai bukti nyata rahmat Allah terhadap hambanya. Lanjutkan dari ayat tersebut “yang melampaui batas”, yakni hamba-Nya yang bermaksiat, hamba-Nya menuduh tidak adil dan sering melalaikan perintah Allah dan sering melakukan segala macam kemungkaran. Tapi, masih Allah panggil dengan sebutan, “Wahai hamba-hamba-Ku”, panggilan tersebut dengan penuh kasih sanyang.  Wahai hamba-hambaku yang melampawi batas, jangan kalian putus asa dari rahmat-Ku. Lihatlah bagaimana Allah justru mengundang orang-orang yang berbuat dosa untuk datang kepada-Nya. Allah membuka pintu maaf seluas-luasnya bagi orang yang ingin kembali kepada-Nya. Kita sering bermaksiat, tapi Allah tetap mengakui kita sebagai Hamba-Nya, bahkan Allah masih memberi kita segala kenikmatan di dunia, kurang baik apa lagi Allah terhadap kita.

Alangkah indahnya Firman Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang dengan segala Keagungan-Nya. Inilah sedikit keterangan tentang sifat rahmat bagi Allah subhanahu wa ta’ala untuk kita semua. Jangan berpikiran bahwa Allah meninggalkan kita. Jangan sampai Syaitan membisikan bahwa Allah tidak akan menerima taubat kita meskipun kita berlimang dosa. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

قَالَ اللَّهُ يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِى وَرَجَوْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ 

بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِى غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِى يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِى بِقُرَابِ 

الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتَنِى لاَ تُشْرِكُ بِى شَيْئًا لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Artinya : "Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau menyeru dan mengharap pada-Ku, maka pasti Aku ampuni dosa-dosamu tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya dosamu membumbung tinggi hingga ke langit, tentu akan Aku ampuni, tanpa Aku pedulikan. Wahai anak Adam, seandainya seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik sedikit pun pada-Ku, tentu Aku akan mendatangi-Mu dengan ampunan sepenuh bumi pula”. (HR. Tirmidzi no. 3540.)


Semoga Bermanfaat di dunia dan di akhirat, Wallahua'lam....

Baca Juga: MENGGETARKAN! PIDATO UMAR BIN KHATTAB KEPADA PEMIMPIN

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar