6 JURUS JITU MENJADI SUAMI YANG ROMANTIS DI MATA ISTRI - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

6 JURUS JITU MENJADI SUAMI YANG ROMANTIS DI MATA ISTRI

6 JURUS JITU MENJADI SUAMI YANG ROMANTIS DI MATA ISTRI

 Oleh: Usmul Hidayah

Literasisambas.org Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita. Hanya kepada-Nyalah tempat untuk memohon segala kebaikan, dan hanya kepada-Nyalah kita bertawakal. Berimanlah kepada Allah dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya. Sungguh tidak ada kemuliaan kecuali tunduk dan patuh terhadap hukum Syari’at Islam. Sebagai muslim yang beriman, kita harus menyakini bahwa al-Qur’an adalah sebuah petunjuk yang tiada keraguan sedikitpun di dalamnya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ

Artinya: “Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 2)

Shalawat dan salam terus tercurah kepada manusia terbaik langsung dipilih oleh Allah dan sebagai penutup semua nabi dan rasul sehingga tidak ada lagi nabi dan rasul yang diutus oleh Allah setelahnya, yakni Nabi besar kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga kemuliaan terus mengalir kepada Beliau, keluarganya, para sahabatnya dan para penurusnya yang terus memperjuangkan dan mengamalkan hukum Allah dan Sunnahnya hingga akhir zaman.

Membentuk keluarga yang harmonis merupakan impian setiap pasangan. Maka dari itu, sebelum membangun rumah tangga sebaiknya setiap pasangan sudah miliki ilmu atau cara membahagiakan pasangan masing-masing. Terlebih lagi seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga dituntut bisa membimbing keluarganya.

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ ۗ

Artinya: “Laki-laki (suami) itu pemimpin bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya”. (QS. An-Nisa’: 34)

Selain tugas suami sebagai pemimpin di keluarganya, suami juga harus memiliki sifat lemah lembut terhadap keluarganya, terlebih lagi kepada istrinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ 

Artinya: "Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap para istrinya”. (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 1082)

Dari hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita bahwa kesempurnaan iman adalah tercermin dengan sikap dan akhlaknya terlebih kepada suami terhadap keluarganya. Selain itu, Rasulullah juga mengingatkan bahwa berbuat baik kepada perempuan atau istri adalah menjadi syarat keimanan dan sekaligus indikator ssuami terbaik dan terpilih. Dengan demikian, hal tersebut adalah suatu sikap tegas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atas posisi penting dan martabat perempuan di dalam kacamata Islam. Membangun rumah tangga dalam Islam adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawadah, wa rahmah. Untuk mencapai tujuan pernikahan tersebut tentunya harus diikuti dengan menjadi suami yang baik agar terciptanya suasana keluarga yang elegan dan klimak.

Di bawah ini adalah jurus atau kiat agar menjadi suami yang romantis di dalam rumah tangga, yakni:

1.        Merayu dan Bertindak Lemah Lembut Terhadap Istri

Mungkin sebagian suami tugasnya hanya mencari nafkah semata. Setelah itu suami tidak mempunyai tugas lain terhadap istrinya. Perlu diketahui, dari sisi kejiwaan seorang istri pasti ingin mencari hiburan berupa bercanda dan tertawa atau lainnya dengan suaminya. Karena hal ini sangat penting dalam kehidupan berumah tangga agar rasa cinta itu terus berkembang.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita, meskipun beliau mempunyai urusan yang mungkin kita sendiri tidak sanggup untuk memikulnya yakni menyebarkan agama Allah ditengah-tengah kebathilan. Sungguh ini merupakan pekerjaan yang sangat memberatkan. Di sisi lainnya, Rasulullah juga sebagai kepala negara di Madinah dan di Mekkah tetapi Beliau tidak melupakan sisi perasaan dan hiburan di dalam kehidupan rumah tangganya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَيَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِي فَقَالَ هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ

Artinya: Dari Aisyah, radliallahu 'anha, bahwa ia pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam suatu perjalanan, ia berkata; “Kemudian aku berlomba dengan beliau, lalu aku mendahului beliau dengan berjalan kaki. Kemudian setelah gemuk aku berlomba dengan beliau kemudian beliau mendahuluiku”. Beliau berkata: "Ini menggantikan kekalahan pada perlombaan terdahulu”. (Hadits Sunan Abu Dawud No. 2214)

 

2.        Memberikan Suprise yang Menyenangkan

Tidak ada sesuatu yang paling disukai oleh jiwa seseorang dibandingkan menghadiahkan kepada seseorang tersebut dengan sesuatu yang dia paling sukai (tanpa memberitahukan sebelumnya). Ketika anda memberikan surprise kepada istrimu dengan memberikan sesuatu yang dia sukai, ini merupakan anda tidak melupakan istri anda. Anda tahu bagaimana perasaan atau sensasi yang dirasakan oleh istrimu, ketika anda mengejutkannya dengan surprise yang menyenangkan kecuali dengan bertambahnya kecintaan terhadapmu.

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

Artinya: Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai”. (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)

 

3.        Membantu Istri dalam Urusan Rumah

Memberikan bantuan dalam pekerjaan rumah tangga tidak mesti sering. Akan tetapi ketika suatu saat dia menginginkanmu, anda selaku suami harus siap dengan senang hati untuk membantunya. Jika hal kecil bisa membuat istri bahagia, dan selanjutnya kebahagiaan akan berbalik kepadamu. Sesungguhnya membantu pekerjaan istri di rumah tidak akan mengurangi martabat sebagai suami, atau disebut suami takut istri. Itu adalah sangkaan yang tidak benar sekali.

Manusia terbaik di muka bumi, bahkan seorang Rasul dan pemimpun ummat Islam yakni junjungan nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau membantu istrinya pekerjaan rumah tangga.

عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي الْبَيْتِ قَالَتْ كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا سَمِعَ الْأَذَانَ خَرَجَ

 

Artinya: “Dari Al Aswad bin Yazid ia berkata; Aku bertanya kepada Aisyah radliallahu 'anha mengenai apa saja yang dilakukan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di rumah. Maka ia pun menjawab, "Beliau turut membantu pekerjaan keluarganya, dan bila beliau mendengar adzan, beliau pun keluar”. (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 4944)

 

Selain hadis, banyak pula ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang kesalingan dan kesetaraan peran laki-laki dan perempuan. Faqihuddin Abdul Kodir dalam bukunya 60 Hadis; Hak-Hak Perempuan dalam Islam, menjelaskan bahwa relasi antar perempuan dan laki-laki sejatinya didasarkan pada kesalingan seperti yang digariskan dalam al-Quran. Yaitu saling menolong dan menopang (QS. At-Taubah; 71), saling melindungi dan melengkapi (QS. Al-Baqarah; 187) dan saling berbuat baik (QS. An-Nisa’; 19).

 

4.        Membantu Mengurusi Anak

Membantu istri untuk mengurusi anak bukanlah suatu pekerjaan yang dapat membuat suami menjadi rendah dipandangan oranglain. Kebutuhan istri akan bantuan suami dalam hal menjaga anak sangat diperlukan ketika istri dalam keadaan sibuk bekerja, sakit atau lainnya. Ini menunjukkan suami istri bisa bekerja sama di dalam rumah tangga.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ

Artinya: "Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain”. (QS. At-Taubah: 71)

 

5.        Memanggil Istri dengan Panggilan Khusus

setelah para suami yang rajin dan energik dalam melaksanakan kegiatan baik di luar rumah maupun di dalam rumah, tetap harus mengalokasikan waktu untuk belajar mengekspresikan cinta bukan hanya melalui perbuatan tapi melalui kata-kata juga. Misalnya menyebutnya dengan perkataan yang indah, seperti Nabi Muhammad menyebut Aisyah dengan panggilan “Ya Khumaira“ yang artinya perempuan yang kemerah-merahan pipinya. Walau sudah merasa melakukan kewajiban sebagai suami, rajin membantu kegiatan istri, tetap diperlukan keterampilan memuji dan merayu istri. Tidak harus diucapkan secara langsung, bisa pula ditulis melalui SMS, whatsApp, email atau ditulis di secarik kertas untuk istri tercinta.

 

6.        Memberi Uang Belanja Selain untuk Keperluan Rumah

Terkadang istri ingin membeli sesuatu khusus untuk dirinya. Maka janganlah kalian memperhitungkannya dan kalian harus memberinya dana khsusus untuk dirinya dan biarkan dia membelanjakannya sesuai seleranya. Permasalahan besar yang dihadapi wanita adalah “kebutuhan materi”. Maka, janganlah membiarkan istri menginginkan sesuatu tapi tidak memberinya padahal kalian sanggup.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membolehkan istri untuk mengambil dari harta suaminya yang pelit lagi kikir tanpa pengetahuannya. Hanya saja hendaknya dia mengambil apa yang mencukupinya dan anak-anaknya.

Nabi bersabda:

 

عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَاءَتْ هِنْدٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ لَا يُعْطِينِي مَا يَكْفِينِي وَوَلَدِي إِلَّا مَا أَخَذْتُ مِنْ مَالِهِ وَهُوَ لَا يَعْلَمُ فَقَالَ خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ

 

Artinya: “Dari Bapaknya dari 'Aisyah ia berkata, "Hindun datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, Abu Sufyan adalah seorang laki-laki yang pelit, ia tidak memberi nafkah yang bisa mencukupi aku dan anakku, kecuali dengan sesuatu yang aku ambil dari hartanya tanpa sepengetahuannya!". Beliau lantas bersabda: "Ambillah uang miliknya yang bisa mencukupi nafkahmu dan juga anakmu dengan ma'ruf”. (Hadits Sunan Ibnu Majah No. 2284)

Itulah beberapa hal yang dapat dilakukan suami untuk menjaga hubungan baik dengan istri. Dan perlu diketahui, sebenarnya bukan hanya 6 point saja  menjaga keromantisan di dalam rumah tangga. Masih banyak hal yang sederhana yang dapat dipraktekkan oleh suami terhadap istrinya. Jika ada suatu hal yang dapat menjaga perasaan dan membuat istri bahagia, maka lakukanlah jika itu baik untuk keluargamu dan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala kelak.


 Baca Juga: 6 AKHLAK PENUNTUT ILMU TERHADAP GURU DALAM ISLAM


Wallahu ‘alam....

Sumber: Suami Sukses dalam Rumah Tangga. Karya: Adil Fathi Abdullah


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar