Pengajaran Matematika Bermetode Kreatif Guna Mengajarkan Taqwa Kepada Murid Sekolah Dasar - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

Pengajaran Matematika Bermetode Kreatif Guna Mengajarkan Taqwa Kepada Murid Sekolah Dasar

Pengajaran Matematika Bermetode Kreatif Guna Mengajarkan Taqwa Kepada Murid Sekolah Dasar

Oleh: Diwanti Panca Satiti


PENDAHULUAN
Literasisambas.org Menuntut ilmu dalam Islam wajib hukumnya untuk manusia berakal mulai sejak dari ayunan hingga ke liang lahat nanti. Salah satu jenis menuntut ilmu di lembaga formal khususnya sekolah dasar ialah belajar matematika.
Untuk menuntut ilmu kita harus mengiringinya dengan iman dan taqwa, sebab bila hanya dengan ilmu pengetahuan saja seseorang bisa menjadi bebas dan tersesat setelah ia merasa bisa dan seakan lupa bahwa pada awalnya seseorang tersebut tidak mengetahui apa-apa dan karena bantuan Allah ia dapat mengetahui semua yang ia tahu tersebut. Sebagai contoh seorang anggota DPR yang bisa kita generalisasikan adalah orang- orang yang terpelajar dan pandai dalam hal akademik ternyata banyak yang melakukan korupsi. Hal ini karena ilmu mereka tidak diimbangi dengan iman dan taqwa. Padahal dalam Q.S. At-Talaq ayat 4 Allah telah berjanji "Barang siapa yang bertaqwa pada Allah, Allah akan permudah segala urusannya"
Artinya ilmu pengetahuan yang diiringi dengan iman dan taqwa, insya Allah akan bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat, namun mereka lupa dan malah ingkar kepada janji Allah ini. Apabila kejadian seperti ini dibiarkan larut tanpa adanya penanganan yang serius, bukan tidak mungkin kejadian ini berulang ke generasi mendatang. Untuk itu kita memerlukan penanaman taqwa sedini mungkin melalui kurikulum yang ada di sekolah khususnya Sekolah Dasar tempat dimana anak-anak berusia belasan awal ke bawah dididik.
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS.Al-Mâidah 5:2)
Berdasarkan latar belakang masalah inilah maka perlu dibuat Pengajaran Matematika Bermetode Kreatif Guna Mengajarkan Taqwa Kepada Murid Sekolah Dasar.

PEMBAHASAN
Takwa dan Matematika
Sebelum mengkaji lebih dalam tentang Pengajaran Matematika Bermetode Kreatif Guna Mengajarkan Taqwa Kepada Murid Sekolah Dasar, ada baiknya kita ketahui dahulu apa itu takwa dan apa itu matematika.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, takwa adalah terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.
Sedangkan menurut Drs. H. Ajamalus, MH makna taqwa itu ada empat dimana yang pertama ialah tawadu' (rendah hati). Dari semua yang ada di bumiada yang lebih tinggi yakni Allah SWT. Yang membedakan manusia satu dengan manusia yang lain di mata Allah SWT ini hanyalah keimanan dan ketaqwaan kita, semua manusia tidak dibedakan derajatnya hanya dengan melihat rupa/paras, harta kekayaan, pekerjaan maupun status social.

Kedua adalah Qona'ah (ridho), artinya setelah manusia berikhtiar/ berusaha dengan bersungguh-sungguh maka manusia harus rela dan menerima apa yang telah ditetapkan oleh Allah apapun hasilnya karena merasa yakin bahwa Allah lebih mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya.

Ketiga adalah Wara' atau terhindar dari ragu dan makna taqwa yang keempat adalah yakin yang artinya kita harus yakin dengan apa-apa saja yang telah Allah janjikan di Al-Quran, kita harus menjadikan Al-Quran ini sebagai kitab pedoman hidup sehari- hari.

Selanjutnya matematika, matematika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.

Cara Anak Sekolah Dasar Menyerap Mata Pelajaran
Belajar di usia murid sekolah dasar tentu tidak dapat kita samakan sebagaimana belajar di usia murid Sekolah Menengah Atas. Pada murid SMA kegiatan belajar bisa saja dilakukan mandiri dengan meminta si anak membaca buku dan literature yang telah diberikan sekolah. Namun, pada murid sekolah dasar tidak semudah itu meminta mereka untuk belajar mandiri. Usia mereka adalah usia gemar-gemarnya bermain. Bilapun mereka membaca pastilah bukunya harus dipenuhi dengan gambar yang menarik dan ukuran huruf yang terbilang besar. Kegiatan belajar pada murid sekolah dasar harus dilakukan dengan lebih menarik dan menyenangkan, buat murid- murid terlibat dalam aktifitas-aktifitas yang mencakup dunianya,buat murid- murid bermain.
Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan "Ajaklah anak bermain pada tujuh tahun pertama, disiplinkanlah anak pada tujuh tahun kedua dan bersahabatlah pada anak usia tujuh tahun ketiga." Metode seperti inilah yang harus kita terapkan dan biasakan untuk murid-murid kita.
Metode Pengajaran Matematika Bermetode Kreatif
Pengajaran matematika untuk murid Sekolah Dasar agar mendapatkan hasil yang maksimal dapat menggunakan beberapa contoh di bawah. Metode ini dapat dipraktekan guru sekolah dasar untuk mengajarkan matematika supaya dapat menambah tingkat ketaqwaan murid tanpa mengurangi serapan materi matematikanya. Namun alangkah baiknya sebelum mengaplikasikan metode ini, guru memastikan bahwa semua anak beragama Islam agar tidak menimbulkan kecemburuan pada anak-anak yang beragama lainnya.
Metode satu.

Untuk materi belajar membaca jam dinding, dapat kita terapkan metode pohon jam dimana kita buat gambar kelopak bunga di sekeliling jam dan menuliskan angka-angka berkelipatan lima di kelopak tersebut. Nantinya aka nada dua belas kelopak bunga yang kemudian di temple di sekeliling jam, fungsinya untuk memudahkan murid membaca jarum panjang yang menunjukkan menit pada jam.
Kemudian selanjutnya seraya menunjuk jarum jam pukul 12.00 pengajar bertanya kepada murid itu dibaca jam berapa. Setelah murid membaca dengan benar, sisipkan pengetahuan agama tentang keutamaan sholat tepat waktu bahwa pada pukul 12.00 kita harus melakukan sholat dhuhur. Lakukan hal serupa untuk waktu- waktu sholat yang lain yakni pukul 04:25, 11:55, 15:03, 18:04, 19:15 (Waktu sholat tanggal 20 Februari 2020). Tentunya kalimat ini kita sampaikan setelah si anak benar-benar paham materi tentang membaca jam ini.  Setelah anak menjawab barulah kita sisipkan ajaran-ajaran dalam Islam agar anak tidak merasa diceramahi akan tetapi secara tidak langsung sudah terceramahi dan mengingat bahwa pada jam sekian ia harus melaksanakan sholat.
Metode kedua.
Untuk materi belajar bangun ruang, dapat kita terapkan metode robot bangun ruang dimana anak kita minta untuk membuat bentuk robot dari kertas-kertas karton yang telah dibentuk menyerupai bangunruang sebelumnya. Setelah robot bangun ruang jadi, kita dapat memberikan story telling ketika menjelaskan bangun ruang yang ada pada robot semisal prisma segi empat, guru dapat membuat story telling tentang kabah yang mana berbentuk prisma segi empat pula. Kita ceritakan kabah yang terletak ditengah Masjidil Haram di Mekkah merupakan bangunan yang dijadikan sebagai patokan atau arah untuk hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti shalat. Dengan demikian bila si anak sholat ia mengerti kea rah mana ia harus berdiri karena ia akan mengingat "prisma segi empat."
Metode ketiga.
Untuk materi belajar persen, dapat kita terapkan metode pasar obral murah dimana murid-murid kita minta untuk mendirikan warung-warungan tempat mereka berdagang dengan memberikan harga-harga diskon yang ditulis dengan persen, nantinya mereka akan saling bertransaksi dengan terlebih dahulu menghitung untung- rugi melalui diskon ini. Setelah permainan dagang-dagangan ini berakhir, kita ceritakan seorang tokoh yang lekat dengan keseharian mereka namun melakukan kecurangan saat melakukan transaksi dengan tujuan mengambil hikmah dan tidak meniru apa yang dilakukan si tokoh tersebut.

Tentunya beberapa metode ini hanya sedikit contoh metode pengajaran matematika kreatif yang dapat diaplikasikan untuk mengajar pelajaran matematika pada murid sekolah dasar, masih sangat banyak metode pembelajaran kreatif lain yang bisa dieksplorasi dari lingkungan sekitar.
KESIMPULAN
Pembelajaran matematika dengan metode kreatif dapat mengajarkan taqwa terhadap murid sekolah dasar dan membentuk moral yang apik bagi anak-anak ke depannya. Beberapa cara mengajarkan matematika guna menumbuhkan ketakwaan peserta didik yakni pohon jam, robot bangun ruang dan pasar obral murah.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar. (2014). Ruang Belajar. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Drs.H.Ajamalus, MH.  (2017). Mencapai Empat Makna Taqwa dan Keutamaannya. Bengkulu: Bengkulu.kemenag.go.id

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar