News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

PACARAN ADALAH KEBAHAGIAAN, BENARKAH?

PACARAN ADALAH KEBAHAGIAAN, BENARKAH?

Oleh: Usmul Hidayah


        Literasisambas.org SOBAT, kita tidak tahu untuk 1, 2, 3 tahun kedepan. Teruslah memperbaiki kualitas iman dan bersabarlah. Insya Allah, saat bersamaan engkau akan memetik manisnya buah dari kesabaran. Itu janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar. Firman Allah:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

Artinya: Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (QS. Al-Fatir: 5)

Selama engkau memperbaiki diri (Hijrah), jangan engkau berbuat dosa, salah satunya PACARAN, karena sesungguhnya pacaran itu tidak menjamin engkau bahagia. (Meskipun kamu bilang, "kami pacaran syar'ie kok, ndk buat apa-apa". Maaf, dalam Islam tidak mengajarkan pacaran apalagi pacaran syar'ie. Kalau ada bolehlah tunjukan dalil Qur'an atau Haditsnya bahwa agama mengajarkannya.

Sedangkan pacaran bukan merupakan ajaran Islam, bahkan budaya Indonesia sangatlah bertentangan dengan praktek pacaran yang saat ini begitu menjamur dikalangan muda mudi. Di dalam a-Qur’an sangat jelas sekali Allah melarang untuk mendekati zina. Firman Allah:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-isra’: 32)

Dari Ibnu Abbas, Ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkhutbah, ia berkata: Jangan sekali-kali seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang perempuan kecuali beserta ada mahramnya, dan janganlah seorang perempuan melakukan musafir kecuali beserta  ada mahramnya”. (Muttafaq ‘Alaihi).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam secara tidak langsung telah memberikan rambu-rambu kepada umatnya mengenai model hubungan laki-laki dan perempuan yang terlarang. Pelarangan itu demi menghindarkan seseorang terjerumus dalam perzinahan. Karena pada umumnya perzinahan bermula dari situasi berduaan. Demikianlah dasar hukum dilarangnya pacaran, jika yang dimaksud dengan pacaran itu adalah pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, bersuka-sukaan mencapai apa yang disenangi mereka, sebagaimana yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia karya Purwodarminto.

Pacaran adalah sarana untuk melakukan perbuatan zina dan keji. Kebanyakan muda mudi kita terjerumus dalam zina dan pergaulan bebas dari praktek pacaran ini. Saat pacaran, syaitan selalu membisikan telinga engkau dengan yang manis-manis sehingga mata hati tertutup terhadap sesuatu yang jelek, dan itu dianggap kebenaran bahkan baik. Waktu pacaran, pacarnya tidak shalat, tidak mengaji, merokok, mabuk, tidak puasa wajib bahkan jauh dari Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam itu dianggap baik bahkan tetap sayang, cinta, senang dan tidak apa-apa. Bahakan bilang, "Nanti aku berubah setelah menikah dan nanti kita belajar sama-sama ya!!!". Uuupss, itu salah total dan bisa dipastikan setelah menikah dia tetap seperti itu, kecuali dapat Hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan itu hanya sedikit saja (Rahasia Allah). Dan pada saat itulah (pacaran) syaitan menjalankan tugasnya dengan baik tersistem dan membuat mereka terlena. Firman Allah:

ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ

Artinya:  “kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 17)

Menurut, Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu Ta’ala menjelaskan ayat itu dengan mengutip pendapat dari sahabat mulia ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu‘anhu sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhiim, makna godaan setan dari arah depan ialah setan akan menjadikan manusia ragu terhadap kehidupan akhirat. Sedangkan, godaan dari arah belakang bermakna setan akan menjadikan manusia cinta kepada dunia. Bisikan setan dari sebelah kanan berarti setan akan menjadikan manusia samar-samar dalam urusan agama. Sedangkan bisikan dari arah kiri memiliki pengertian setan menjadikan manusia mencintai dan menggandrungi terhadap perbuatan sia-sia, maksiat, dan dosa.

Dari penjelasan ayat di atas menerangkan bahwa tipu daya syaitan sangat jelas agar manusia melalaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mendatangi mereka dari berbagai arah dan membisikan mereka dengan bisikan indah. Tidak tanggung-tanggung, godaan syaitan itu sangat halus, tanpa umat muslim sadari, seperti menunda-nunda melakukan kebaikan, melakukan hal yang tidak bermanfaat seperti pacaran, sehingga mereka hanyut dalam kemaksiatan. Apabila mereka sudah terlena akan pacaran, maka akan malas membaca al-Qur'an dan sebagainya. Karena itulah janji syaitan yang akan menyesatkan manusia sampai ia termasuk golongannya di neraka kelak.

Bukankah Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah memberikan gambaran/kreteria dalam memilih jodoh. Dan yang paling ditekankan adalah Agama dari calon pasanganmu nanti. Maka dari itu, stop pacaran jika dia memang sayang sama kamu, dia akan mengajak menikah dan menghadap ke orangtuamu untuk menyampaikan keinginan kalian.

Ada orang yang pacaran, 4, 5, 6, 7, 8 tahun tapi setelah menikah 1-2 tahun cerai. Sesungguhnya tugas syaitan waktu pacaran selalu ingin dekat, berjalan bersama, makan bersama, rindu yang menggebu, sayang-sayangan bahkan ada yang bilang, "Aku tidak bisa hidup tanpa kamu". Hmm, nyeriii kan sobat. Tetapi setelah menikah, tugas syaitan berubah yaitu ingin memisahkan pasangan suami istri dan sangat terbalik waktu pacaran yang ingin selalu bersama. Sabda Nabi:

Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

Artinya: “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim IV/2167 no 2813)

Sebelum terlambat mari kita perbaiki diri untuk memantaskan diri agar kelak mengantarkan kita pada ridha-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena pada dasarnya ajaran yang telah diciptakan dalam syariat islam pasti lebih banyak mendatangkan manfaat dan kebaikan di dalamnya. Kata Hikmah dari Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Hafizdzahullah: "IMAN, TAUHID dan JODOH itu mempunyai hubungan yang Sangat Erat. Seperti Nabi Musa yang mendapatkan jodoh yang sangat Elegan".

Maka dari itu sobat, kokohkan iman, taat kepada Allah, berteman dengan al-Qur'an, jalankan sunnah, insya Allah engkau akan mendapatkan jodoh yang Allah langsung memilihnya untuk kamu dan kamu tidak sanggup untuk menolaknya.

 

 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menjadi perbaikan untuk diri kita masing-masing.

Wallahu’alam...

 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar