BERSATU MELAWAN NARKOBA - LITERASI SAMBAS
News Breaking
Intro
wb_sunny

Breaking News

BERSATU MELAWAN NARKOBA

BERSATU MELAWAN NARKOBA

Oleh : Amien Fajar Khuzaeni


Literasisambas.org Dewasa ini pemerintah kita sedang gencar-gencarnya dalam mengampanyekan gerakan melawan narkoba, narkoba atau disebut dengan narkotika dan obatan obatan berbahaya sudah sangat parah peredarannya di negeri kita ini, dan bahkan sudah dalam ambang daurat akan hal tersebut, karena Indonesia negara yang sangat luas terdiri dari ribuan pulau dan dipisahkan oleh selat,laut dan teluk serta juga letak geografis yang sangat strategis hal itu tentunya dimanfaatkan oleh para Bandar narkoba dari luar negeri untuk mengedarkan barang haram itu,hal itu juga tak luput dari faktor diatas tersebut karena begitu luasnya pintu masuk Indonesia tentu sangat dimanfaatkan oleh para Bandar narkoba dan juga dijadikan sebagai pasar tebesar dalam penjualan narkoba dan sering disebut surge perdaran narkoba, akan tetapi hal itu tidak luput dari perhatian pemerintah, karena saat ini telah dilakukan upaya upaya pengamaan di setiap pos-pos dan objek masuk ke negara kita baik meliputi bandara,pelabuhan,pos perbatasan dan lain sebagainya walaupun demikian para pengedar juga tak kalah pintar faktannya masih banyak ditemui para pengedar yang lolos dar pengaman.

Narkoba saat ini telah menjadi masalah serius bangsa kita,bagaimana tidak ,faktannya saat ini banyak kalangan di negeri ini telah menjadi pengguna dan bahkan pecandu narkoba misalnya mulai dari kalangan anak anak remaja,mahasiswa,artis,dosen,aparat negara dan bahkan saat ini yang paling parah wakil rakyat pun yang duduk di senayan yang sangat terhormat pun keblinger dalam lembah jeratan narkoba, memang kodisi tersebut menjadi sangat ironis ditengah segelintir komponen bangsa kita yang sudah terlanjur terjebak dalam lembah hitam narkoba, tentu saat ini semua harus kita renungkan bersama jika sebagian atau bahkan semua komponen negeri ini menjadi pecandu dan bermental narkoba lalu bagaimana nasib ibu bangsa dan negara kita ini yang begitu besar dan dikenal sebagai negara yang selalu menjunnjung nilai nilai luhur dan moralitas adat ketimuran.

Lebih jauh, jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang. Hal tersebut di sampaikan oleh Komjen Pol Budi Waseseo selaku Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional),jumlah tersebut meningkat sangat signifikan dari sebelumnya bulan Juni hanya 2015 tercatat hanya 4,2 juta akan tetapi meningkat menjadi 5,9 juta namun lain dari pada itu BNN juga telah berhasil dalam berbagai operasi terhadap pemberantasan narkoba dimana pada tahun 2015 lalu BNN telah berhasil mengamankan 3 ton sabu yang artinnya setara dengan menyelamatkan banyak generasi bangsa agar tidak menjadi pengguna narkoba, Jika dihitung secara matematis setiap hari ada 30-40 orang yang mati karena narkoba tentunya hal seperti iyu menjadi sangat ironis sekali karena narkoba selain merusak mental dan kondisi psikologis juga mematikan nyawa seseorang tak Cuma itu narkoba juga telah menggerogoti sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang tentunya semua itu mengakibatkan degradasi moralitas generasi bangsa yang mana para generasi bangsa khususnya pemuda intelektual mereka dan pandangan hidup mereka sudah tidak ada dan sudah suram karena adanya cengkraman narkoba.

Indonesia darurat Narkoba
Penyalahgunaan narkoba serta peredaran narkoba di Indonesia semakin parah dan jika di tidak di berantas atau di basmi berpotensi besar akan merusak masa depan bangsa,merusak fisi,merusak kesehatan dan merusak karakter manusia serta dalam jangka panjang akan menghambat daya saing dan kemajuan suatu bangsa. Saat ini narkoba telah dikategorikan dalam extraordinary crime atau kejahatan luar biasa terlebih lagi peredarann narkoba bersifat gelap terorganisir dan bersifat lintas internasional atau negara sehingga menjadi ancaman yang nyata serta membutuhkan penangana serius, dari data hasil penelitian BNN yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PUSLITKES) menunjukkan angka prevalensi penyalah guna secara nasional adalah 2,18% dari jmlah penduduk Indonesia berusia 10-59 tahun atau sekitar 4 juta jiwa apabila upaya pemberantasan terhadap narkoba tidak komprensif dan didukung oleh semua komponen maka jumlah itu di prediksi pada tahun 2022 jumlah penyalah guna narkoba akan meningkat menjadi 5 juta jiwa.

Disamping itu, peredran narkoba dipeparah dengan adanya keterlibatan berbagai pihak misalnya aparat baru baru ini diketahui ada seseorang oknum polisi perwira menengah yang ikut dalam permainan bisnis haram itu selain itu, praktek peredatran narkoba juga terjadi di dalam Lapas yang melibatkan para sipir, hal itu tentu berbanding terbalik,penjara yang seharusnya di jadikan sebagai tempat memberikan efek jera namun malah semakin parah bahkan menjadikan lapas sebagai tempat peredaran narkoba terbesar.

Dalam upaya pemberantasan narkoba Negara atau Pemerintah saat ini telah sangat serius dan tegas dalam hal itu, Presiden Joko widodo dalam berbagai kesempatan telah menekankan kepada semua komponen untu memerangi narkobadan menyatakan perang terhadap Bandar narkoba bahkan pada saat sidang kabinet beberapa bulan lalu ia mengatakan pemberantasan narkoba harus lebih berani lagi,lebih gencar,lebih gila lagi dan juga presiden telah meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas oknum aparat yang ikut bermain untu di untuk ditindak tegas dan di hukum seberat beratnya.

Hukuman mati
Sebagai langkah tegas, Pemerintah dala membasmi perdaran narkoba di Indonesia, Pemerintah mengambil langkah yang cukup ekstrim yakni menerapkan hukuman mati terhadap para Bandar dan pengedar narkoba, akan tetapi langkah pemerintah tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masayarakat ada yang menganggap hukuman mati melanggar HAM namun dari pada itu, banyak mayoritas masyarakat mendukung penuh penerapan hukuman mati tersebut. Berdasarkan UU No 35 Tahun 2009 hukuman mati menjadi upaya pemerintah melawam segala bentuk kejahatan dan penyimpangan termasuk peredaran dan penggunaan narkoba walaupun hal tersebut belum sepenuhnya mampu memotong rantai perdagangan narkoba dalam waktu singkat karena selalu ada jaringan baru yang muncul dan menggunakan praktek praktek baru, lepas dari entah tidaknya hukuman mati melanggar HAM ataupun melanggar asas kemanusiaan akan tetapi setidaknya ada 5 hal yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk menghukum mati para Bandar narkoba 1.membuat efek jera pagi para pengedar 2.menyelamatkan nyawa yang hilang ataupun korban pengguna narkoba yang mencapai 8.000 nyawa melayang dalam setahun 3.mampu mempersempit ruang gerak pengedar dan Bandar narkoba 4.mampu membuktikan bahwa Indonesia berdaulat secara hukum, hal tersebut telah dibukttikan pemerintah Indonesia yang dalam waktu ini benar benar telah melaksanakan hukuman dalam 2 tahap yang mana tahap 1 dan 2 telah dilaksanakan dan tahap 3 akan dilaksanaka sesegera mungkin, hal tersebut mampu menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia negara hukum dan berdaulat tidak main main dan tidak pandang bulu dalam menghukum mati para pengedarnarkoba.

Akhirnya bertepatan pada Hari Anti Narkoba Sedunia, kita semua sebgai elemen dan komponen untuk bersatu dan bersinergi untuk memerangi serta memberantas peredaran narkoba, jangan sampai bumi tercinta Indonesia ini dijadikan sebagai lading subur peredaran narkoba ileh segelintir oknum yang tak bertanggung jawab, yang terpenting ialah kita semua harus menjaga agar semua generasi bangsa agar tidak terjerumus dalam narkoba, khususnya generasi muda karena ditangan merekalah tongkat estafet perjuangan bangsa dan pembangunan bangsa akan di teruskan guna mewujudkan kemakmuran bangsa, untuk itu marilah kita semua menyatakan perang terhadap narkoba.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar